Olahraga

PSSI Kecam Aksi Suporter Persija dan Persib Usai Final Piala Menpora

Padahal, PSSI sudah rutin berbicara dengan Ketum Jakmania dan Viking.


PSSI Kecam Aksi Suporter Persija dan Persib Usai Final Piala Menpora
Suporter Persija Jakarta masih menantikan hasil laga babak kedua antara tim mereka kontra Arema FC di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (3/8). (ANTARA/Hafidz Mubarak A)

AKURAT.CO, Kepala Dept Pengembangan Pendukung dan Fan Engagement PSSI, Budiman Dalimunthe menyayangkan dua kejadian tersebut. Padahal PSSI melalui ketua dua suporter klub tersebut yakni Diky Soemarno (The Jakmania) dan Heru Djoko (Viking Persib Club) terus berkomunikasi agar tidak melakukan kegiatan terkait pengumpulan massa. Hal ini karena masih dalam pandemi Covid-19.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, The Jakmania melakukan selebrasi setelah Persija keluar sebagai juara Piala Menpora 2021 usai mengalahkan Persib Bandung di leg kedua dengan skor 2-1.

Setelah pertandingan, The Jakmania secara spontan melakukan selebrasi ke jalanan tanpa mempedulikan prokes. Sebaliknya, Viking meluapkan kekecewaan dengan merusak gedung dan sweeping mobil plat B.

"Untuk pendukung Persija sebelumnya kami sudah menjalin komunikasi yang baik dengan Ketua The Jakmania (Diky Soemarno) agar tidak ada suporter yang datang ke stadion, nonton bareng dan melakukan konvoi kemenangan," kata Budiman.

"Pengurus Jakmania sudah memberikan arahan kepada anggotanya untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan tersebut. Bahkan di Solo, pendukung Persija mampu menahan diri untuk tidak merayakan euforia di jalan," sambungnya, diberiakan situs resmi PSSI.

Budiman menambahkan bahwa untuk pendukung Persib, hal ini karena mereka kecewa tim kesayangan mereka kalah di final. Untuk itu mereka melakukan aksi yang kurang terpuji di kantor sekretariat PT Persib.

"Bobotoh sebelumnya kami sudah kami edukasi dan berikan arahan kepada mereka agar tidak datang stadion, nonton bareng, konvoi atau membikin kerumunan. Namun mereka secara spontan malah melakukan tindakan-tindakan yang membuat kerugian. Tentu hal ini sangat kami sayangkan dan semoga kedepan tidak terjadi lagi," kata Budiman.

"Terkait euforia spontan di Jakarta dan aksi di Bandung, kami juga mohon maaf. Insya Allah kami akan lebih intens berkomunikasi dengan teman-teman suporter semua klub agar tidak hanya mengawal dan menjaga kondusifitas di kota-kota penyelenggara tetapi juga intens mencegah euforia dan aksi kecewa di kota asal (domisili) tim yang sedang bertanding," lanjutnya.[]

Hendra Mujiraharja

https://akurat.co