Lifestyle

Psikolog Ungkap Cara Cepat Kendalikan Emosi Saat Anak Berulah

Tekanan emosional selama pandemi tak jarang membuat Mom mudah marah. Oleh sebab itu, Mom perlu belajar mengendalikan emosi saat anak berulah di rumah


Psikolog Ungkap Cara Cepat Kendalikan Emosi Saat Anak Berulah
Psikolog Anak, Fathya Artha Utami, M.Sc., M.Psi

AKURAT.CO, Pandemi Covid-19 ini tak hanya menganggu kesehatan secara fisik, tapi juga mental. Ya, pandemi membuat ruang gerak kita sebagai mahkluk sosial untuk terhubung menjadi semakin terbatas. Tak hanya orang dewasa saja, anak kecil pun turut merasakan hal yang sama.

Akan tetapi, tingkat kematangan anak dalam mengelola dan mengekspresikan emosinya belum sama dengan orang dewasa. Akibatnya, anak sering melakukan hal-hal yang membuat Mom kesal di rumah.

Tak jarang, Mom langsung lepas kendali kendali dan langsung memarahi Si Kecil.  Padahal, ia sendiri butuh dukungan dan bantuan Mom untuk mengendalikan emosinya.

Melihat hal ini, Psikolog Anak, Fathya Artha Utami, M.Sc., M.Psi, mengatakan bahwa mudah untuk Mom terbawa emosi dengan perilaku dan tingkah anak di rumah selama pandemi. Pasalnya, otak mempersepsikan emosi dan perilaku anak sebagai ancamam. Pada saat otak menerima sesuatu yang mengancam, maka Mom sering bereaksi tanpa berpikir panjang. Inilah yang disebut false danger atau ancaman palsu.

"Ternyata, otak kita belum terlalu lihai membedakan antara real danger dengan false danger. Ancaman yang ada di hari-hari, seperti  bukan ancaman, tapi sekarang perilaku anak yang kita anggap sebagai ancaman. Misalnya, khawatir dia numpahin sesuatu atau misalnya tadi disuruh mandi enggak mau, disuruh makan enggak mau terus abis itu makanan dilempar-lempar," ujar Fathya dalam virtual media briefing dengan tema 'Orang Tua Bahagia, Kunci Kesehatan Mental Anak' pada Kamis, (22/7/2021). 

Fathya menambahkan, Mom perlu untuk membedakan antara real danger (ancaman sesungguhnya) dengan false danger. Ya, artinya Mom harus melatih otak untuk tidak menganggap emosi dan perilaku Si Kecil sebagai ancaman. Sebab, Mom seringkali bereaksi berlebihan saat Si Kecil berbuat ulah, yang pada akhirnya aksi Mom ini malah menyesal. 

"Itu dipersepsi sama kepala kita sebagai ancaman sehingga ketika kita itu terjadi seringkali membuat kita langsung bereaksi tanpa berpikir yang kerap membuat menyesal. Yang perlu orang tua lakukan sebetulnya kasih tahu ke otaknya bahwa apapun reaksi atau perilaku anak itu bukan ancaman yang perlu direspon," ucapnya.

"Percayalah jangan sampai  nyesel setelahnya, seperti "Kenapa ya tuh kayak gitu tadi sama anakku?" Jadi, Mom perlu mengambil jeda sebelum menyadari apa yang sebenarnya  apa yang tengah Mom rasakan," imbuhnya.

Namun, untuk dapat mengendalikan emosi tidak bia dilakukan dalam waktu singkat. Butuh latihan yang konsisten dan kegiatan rutin merawat diri (self care). Oleh sebab itu, Fathya mencoba memberikan cara cepat untuk mengendalikan emosi, kala anak berbuat ulah.

"Cara cepat mengendalikan emosi ini hanya untuk saat kita lagi butuh cepat aja. Tapi sebetulnya supaya kita lebih lihai mengendalikan emosi kita perlu dilatih setiap hari sehingga bisa terjadi dalam jangka panjang," ujar Fathya.

Simak rangkuman Akurat.co berikut.

Mengatur napas dengan teknik 4-7-8

Mom bisa menarik napas selama empat detik, tahan selama tujuh detik hingga dikeluarkan perlahan dalam delapan detik.

Minum atau mengubah posisi saat itu

"Itu yang meredakan emosi kita terus minum atau mengubah posisi kalau lagi duduk lalu  berdirisupaya emosinya agak turun," jelas Fathya.

Mengambil jeda untuk mengenali perasaan yang ada

Emosi sangat beragam dan ketika Mom mengenali memberi nama atas emosinya juga lebih turun dari emosi awal yang dirasakan.

"Mom perlu untuk mengenali perasaan yang ada. Percayalah ketika kita menghadapi emosi diri, kita juga perlu untuk benar-benar tahu emosi kita sendiri, apakah ini marah, sedih, kecewa, malu atau apa saja," ucapnya.

Mencium wawangian yang menenangkan

"Mencium wewangian yang biasanya cara cepat untuk kasih sinyal kepada otak bahwa tidak apa-apa untuk tidak langsung merespon di detik itu juga," ucapnya.[]