Lifestyle

Warna Dinding Kamar Tidur yang Dilarang Psikolog

Menurut psikolog, ada warna cat dinding yang sebaiknya kamu hindari. Berikut warnayang harus kamu hindari untuk dijadikan warna cat dinding kamar.


Warna Dinding Kamar Tidur yang Dilarang Psikolog
Ilustrasi jendela kamar tidur yang terbuka (DAILYMAIL.CO.UK)

AKURAT.CO, Kamar tidur merupakan area yang paling sering kamu tempati di dalam rumah. Oleh karena itu, tidak ada salahnya kamu mendekorasi kamar tidurmu dengan dengan warna cat dinding kesukaanmu.

Meski, menurut beberapa psikolog, ada beberapa warna cat dinding yang sebaiknya kamu hindari untuk dipakai dalam kamar tidur. 

Warna yang harus kamu hindari untuk dijadikan warna cat dinding kamarmu, yakni terdiri dari dua kategori yaitu warna yang menimbulkan kejengkelan dan memberi efek kering atau panas.

Dilansir dari laman Homes & Garden, berikut warna-warna yang harus kamu hindari untuk dijadikan warna cat dinding kamarmu.

Merah

Psikolog sekaligus Konsultan Mental, Chambers, menegaskan bahwa merah sangat dilarang sebagai warna cat dinding kamar tidur. Sebab, merah adalah warna yang meningkatkan energi, interaksi sosial dan bahkan dapat meningkatkan tekanan darah.

"Meskipun mungkin sempurna jika kamu merasa sedikit lelah di pagi hari lalu menjadi semangat. Namun, itu membuat kamu sangat sulit untuk mendapatkan tidur malam yang nyenyak karena tubuh dan pikiran akan berpacu, dirangsang oleh intensitas warna merah," ujar Chambers dikutip dari Homes & Garden, pada Senin, (20/9).

Lalu, apabila kamu sudah menikah, warna merah bisa sangat meresahkan, bahkan mungkin membuat debat larut malam dengan pasangan menjadi panas, yang membuat kamu dan pasangan jadi semakin sulit tidur.

Kuning

Kuning disebut sebagai warna ceria. Warna ini bisa memberi efek menyegarkan di dapur, ruang bermain anak atau ruang tamu.

Ide warna kuning mungkin bisa menjadi jawaban untuk mencerahkan ruang tamu. Namun, warna kuning bukan pilihan yang bagus untuk kamar tidur.

Pakar Psikologi Warna dan Desain  Karen Haller, menjelaskan bahwa kuning adalah warna yang bisa merangsang sistem saraf stres.

"Kamu dapat bangun dengan perasaan kesal. Bukan itu yang kamu inginkan untuk memulai hari setelah terbangun dari tidur," kata Karen.

Abu-abu

Warna satu ini sering dipiliih banyak orang untuk dijadikan warna dinding kamar tidur, karena memberi efek teduh dan medern.

Akan tetapi, menurut Karen, efek menenangkan dari abu-abu berumur pendek dan menjadi warna yang menguras energi kamu selama beraktifitas di kamar. 

Karen mengatakan, seringkali abu-abu disalahartikan sebagai santai, yang mungkin terjadi hanya sementara waktu.

"Tapi menghabiskan waktu lama dalam warna abu-abu, bahkan ketika kamu sedang tidur dan kemungkinan akan mulai memiliki efek menguras tenaga. Di mana kamu akan bangun dengan lelah dan mendapati dir memiliki ekspresi ganda ketika bangun," sambungnya.[]