News

PSI DKI Puji Walikota Bogor Bima Arya, Dianggap Tokoh dengan Visi Jabodetabek

Anggara mengatakan bahwa pembahasan RUU Kekhususan Jakarta adalah momentum untuk banyak berdiskusi tentang visi Jabodetabek.

PSI DKI Puji Walikota Bogor Bima Arya, Dianggap Tokoh dengan Visi Jabodetabek
Walikota Bogor, Bima Arya (Instagram/@bimaaryasugiarto)

AKURAT.CO, Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta memuji Walikota Bogor, Bima Arya.

Pujian itu muncul setelah mereka menyambangi Bima Arya di kantor Balaikota, Bogor, Jawa Barat. Bima Arya dipuji sebagai Walikota yang punya visi pembangunan terintegrasi Jabodetabek. Dalam pertemuan itu disepakati bahwa pembangunan Jakarta sejatinya harus berorientasi Jabodetabek. 

Pernyataan itu disampaikan Ketua Fraksi PSI DPRD DKI, Anggara Wicitra Sastroamidjojo. Dia mengatakan, dalam pertemuan tersebut, dibahas masalah-masalah Jabodetabek dan masa depannya setelah pemindahan Ibukota.

baca juga:

“Tadi diskusi banyak tentang masalah wilayah megapolitan Jakarta dengan Kang Bima Arya. Kami sepakat bahwa penyelesaian masalah Jabodetabek harus sinergis, jangan sendiri-sendiri,” kata Anggara Wicitra Sastroamidjojo dalam keterangannya, Rabu (27/4/2022). 

Anggara mengatakan bahwa pembahasan RUU Kekhususan Jakarta adalah momentum untuk banyak berdiskusi tentang visi Jabodetabek. Dia mengatakan, masalah-masalah klasik di Jakarta tak akan pernah tuntas diatasi bila pendekatan pembangunan tidak berorientasi pembangunan Jabodetabek. 

"Kalau kita membahas masa depan Jakarta tanpa memikirkan masa depan wilayah sekitarnya, sampai kapanpun masalah banjir, sampah, macet tidak akan pernah selesai. Kami salut dengan Kang Bima yang punya visi tentang bagaimana Pemda di Jabodetabek kerja bersama,” tambah Anggara.

Wakil Ketua Komisi E itu juga menyampaikan bahwa visi integrasi Jabodetabek merupakan salah satu kriteria utama Gubernur DKI Jakarta ke depannya. Ego sektoral antar wilayah, kata dia, justru berpotensi membuat masalah klasik di Jakarta tidak akan terselesaikan. 

“Gubernur Jakarta ke depannya harus punya visi integrasi kuat, karena Jakarta yang jadi poros pembangunan Jabodetabek dengan APBD yang besar. Kalau ego sektoral masih tinggi, masalah nggak akan selesai,” kata Anggara.[]