News

PSBB Transisi, Jam Kerja PNS di DKI Jakarta Akan Dibagi Dua Gelombang


PSBB Transisi, Jam Kerja PNS di DKI Jakarta Akan Dibagi Dua Gelombang
Potret Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran (Instagram/aniesbaswedan)

AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membagi jam kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi dua gelombang selama masa pelunakan aturan Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi menuju new normal.

Pembagian jam kerja menjadi dua shift ini bertujuan agar agar tak terjadi penumpukan orang saat jam masuk dan pulang kerja.

Senin hingga Kamis, untuk gelombang pertama PNS di lingkungan DKI diwajibkan masuk kantor pada 07.00 hingga 15.40 WIB. Lalu untuk gelombang kedua mulai pukul 09.00 hingga 17.30 WIB. 

"Sementara hari Jumat shift satu masuk jam 7.00 dan pulang  16.00. Shift dua masuk jam 09.00 pulang pukul 18.00.WIB," kata Sekretaris Daerah Saefullah dalam surat edarannya yang diterima AKURAT.CO, Sabtu (6/6/2020).

Tak hanya dibagi menjadi dua gelombang, Saefullah dalam surat edarannya bernomor 38/SE/2020 itu juga menegaskan jumlah pegawai yang yang masuk ke masing-masing ruangannya juga tak boleh lebih dari 50 persen. Untuk itu jadwal masuk kantor di selang-seling sehari kerja di kantor, sehari dari rumah.

"Kepala perangkat daerah, mengatur jadwal mengatur jadwal kerja bagi seluruh pegawai Aparatur Sipil Negara di lingkungannya dengan ketentuan sehari bekerja dari rumah dan sehati bekerja dari kantor," perintahnya.

Mantan Wali Kota Jakarta Pusat itu juga meminta pegawai yang sedang tidak fit atau memiliki penyakit  jantung, diabetes, asma atau sedang dalam kondisi hamil juga tetap melaksanakan kerja dari rumah di masa transisi ini.

"Waktu bekerja dari rumah sesuai peraturan perundang-undangan yaitu paling sedikit 7 sampai 5 jam dalam sehari dengan ketentuan presentasi menggunakan foto yang menampilkan wajah dan badan yang menggunakan pakaian dinas lengkap serta informasi tempat, lokasi dan waktu sebenarnya," tandasnya.[]