Ekonomi

Proteksionis Pangan Dinilai Hanya Akan Merugikan Indonesia

Tauhid: Kalau tidak goncangan ekonomi akan terus berlanjut dan pemulihan ekonomi akan semakin lama.


Proteksionis Pangan Dinilai Hanya Akan Merugikan Indonesia
Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad saat ditemui seusai Seminar Kajian Tengah Tahun 2022 INDEF pada Rabu (6/7/2022). (Akurat.co/Leofarhan)

AKURAT.CO, Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad menilai bahwa krisis pangan merupakan isu penting yang harus tetap dikawal karena masih ada misleading mengenai proteksionis soal pangan hingga adanya ketidakpastian global yang saat ini cukup mempengaruhi daya beli di Tanah Air.

Tauhid juga mengingatkan bila Indonesia yang kedepannya akan menjadi tuan rumah untuk KTT G20 akan menggarisbawahi soal pangan dan food security karena hal tersebut akan menjadi hal utama yang akan diangkat.

Sehingga menurutnya, tidak mungkin Indonesia akan melakukan proteksionisme yang dinilai akan hanya merugikan negara mitra dan Indonesia itu sendiri.

baca juga:

"Kalau kita sebagai ketua presidensi dan bahwa kita juga melakukan proteksionisme, itu hanya akan tidak baik, karena dengan adanya ketidakpastian global seperti saat ini, harusnya pemerintah itu membuka, bukannya melarang," jelas Tauhid saat ditemui seusai Seminar Kajian Tengah Tahun 2022 INDEF pada Rabu (6/7/2022).

Tauhid juga mengatakan walaupun kondisi saat ini sedang tidak stabil, namun negara-negara yang membutuhkan bantuan pangan selayaknya untuk dibantu, dengan harga yang bisa diakses demi menstabilkan pemulihan ekonomi dunia ataupun Indonesia itu sendiri.

"Walaupun dibuka, tentu saja harus diatur, negara-negara yang membutuhkan harus dibantu, seperti Sri Lanka, kalau negara seperti itu jangan di proteksi tapi harus dibantu, dengan harga yang setidaknya bisa mereka akses," katanya.

"Kalau tidak goncangan ekonomi akan terus berlanjut dan pemulihan ekonomi akan semakin lama," tambahnya.

Tauhid juga menjelaskan produk-produk pangan Indonesia yang biasanya dijual ke negara lain juga mengalami penurunan pendapatan apabila penerapan proteksi terhadap bahan pangan juga diberlakukan, yang nantinya dapat merugikan banyak negara, termasuk Indonesia.

"Produk kita yang kita jual ke negara lain mengalami penurunan pendapatan kalau proteksionisme yang berlebihan benar-benar diterapkan, nantinya akan merugikan banyak negara itu sendiri, termasuk Indonesia," ungkap Tauhid