Ekonomi

Prospek Bisnis Properti di Jabodetabek Dinilai Tetap Berpotensi Meski IKN Pindah

Hari Ganie: Saya yakin (pemindahan IKN) itu tidak akan mengganggu Provinsi Jakarta menjadi potensi properti terbesar di Indonesia.


Prospek Bisnis Properti di Jabodetabek Dinilai Tetap Berpotensi Meski IKN Pindah
Wakil Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI), Hari Ganie alam webinar Kuat Bersama Sektor Properti Sebagai Lokomotif Pemulihan Ekonomi yang didukung oleh Bank BTN, BP Tapera, dan Perum Perumnas, Jumat (4/2/2022). (Youtube/Akuratco)

AKURAT.CO, Wakil Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI), Hari Ganie menilai prospek sektor bisnis properti di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi masih tetap positif meskipun ibu kota negara (IKN) bakal pindah ke Kalimantan Timur.

Menurut dia, Jakarta merupakan kota prima di Indonesia dengan segala potensi yang lebih besar dibandingkan kota-kota lain secara nasional. Bahkan, dia menyebutkan setidaknya 70 persen sektor properti Indonesia berada di kawasan Jabodetabek.

“Saya yakin (pemindahan IKN) itu tidak akan mengganggu Provinsi Jakarta menjadi potensi properti terbesar di Indonesia,” kata Hari Ganie dalam webinar Kuat Bersama Sektor Properti Sebagai Lokomotif Pemulihan Ekonomi yang didukung oleh Bank BTN, BP Tapera, dan Perum Perumnas, Jumat (4/2/2022).

baca juga:

Ia menambahkan bahwa Jakarta saat ini masih merupakan pusat pemerintahan negara dengan hampir seluruh kementerian dan lembaga berada. Pusat pendidikan dan aspek pendukung hingga kedutaan besar berbagai negara juga berada di wilayah ini.

Selain itu, di Jakarta terdapat berbagai kantor pusat bisnis swasta berskala nasional maupun internasional. Berbagai pusat komersial, perdagangan hingga industri juga terltak di Kota Jakarta.

Adapun rencana pemindahan IKN ke Kalimantan Timur hanya berfokus pada aspek pemerintahan negara. Itupun, kata dia, proses pemindahan tersebut setidaknya bakal memakan waktu hingga 25 tahun kedepan yang dilakukan secara bertahap.

“Jadi tidak perlu pesimis dengan potensi pasar perumahan atau proeprti di Jakarta,” ujar Gani.

Pengamat Properti sekaligus CEO Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda mengatakan pemindahan IKN bukan memindahkan seluruh potensi yang ada di Jakarta ke Kalimantan Timur.

Menurutnya, pemindahan IKN merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menciptakan kota dengan ekosistem pertumbuhan yang baru.

“Jadi ini bukan memindahkan Jakarta ke Penajam. Jadi Jakarta sebagi kota bisnis itu akan tetap berjalan,” kata Ali.

Ia menambahkan bahwa Jakarta akan mengalami kondisi berbeda jika semua pusat bisnis seperti kantor pusat perbankan dan perusahaan keuangan turut pindah ke IKN. Jakarta, kata dia, akan tetap menjadi pusat bisnis secara nasional.

“Kecuali misalkan semua bisnis kantor pusat bank harus pindah ke Penajam Passer. Wah ini Jakarta bisa repot. Jadi pusat bisnisnya hilang,” pungkasnya.[]