News

Proses Vaksinasi Nakes di DKI Tak Kunjung Rampung

Proses Vaksinasi Nakes di DKI Tak Kunjung Rampung
Petugas melakukan pengecekan kesehatan sebelum vaksinasi COVID-19 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Proses vaksinasi COVID-19 tahap pertama bagi tenaga kesehatan di lingkungan Provinsi DKI Jakarta tak kunjung tuntas setelah penyuntikan satu dosis vaksin Sinovac tahap pertama dilakukan pada 14 Januari 2021 lalu. 

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan  DKI Jakarta, jumlah tenaga kesehatan di DKI 131.000 orang. Namun, angka tersebut tidak dapat direfleksikan dengan jumlah realisasi penyuntikan vaksin. Penerima vaksin mesti memenuhi sejumlah persyaratan.

"Tenaga Kesehatan  sudah 65,3 persen terkait vaksin," kata Wakil Gubernur  DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Ariza) di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (27/2/2021). 

baca juga:

Politisi Gerindra ini mengatakan, pihaknya  terus mengebut target vaksinasi tahap pertama ini agar segera tuntas dalam waktu dekat, salah satu cara mengebut imunisasi massal bagi para tenaga kesehatan ini adalah menambah pasokan vaksin. 

"Vaksin dosis pertama telah diberikan kepada 141.225 tenaga kesehatan dan 73.298 nakes telah mendapat dosis kedua," tutur Ariza. 

Ariza mengaku, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memprediksi, proses vaksinasi  tahap pertama ini bisa selesai dengan vaksinasi tahap kedua yang menyasar pedagang pasar, atlet, wartawan, lansia, dan pekerja di industri pariwisata, yang telah dimulai  tengah pekan lalu. 

"Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi kita akan masuk ke masyarakat," ucapnya. 

Dihubungi terpisah, epidemiologi sekaligus politisi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak mengatakan, proses vaksinasi yang sedang berjalan sekarang ini mengalami banyak kendala dan masalah teknis di lapangan. 

Gilbert mengukap, salah satu masalah yang kerap terjadi adalah soal pendataan. Jadi Pemerintah diminta untuk melakukan perbaikan sesegera mungkin. 

"Dalam pengamatan tampak bahwa beberapa Nakes yang menerima vaksinasi tidak sesuai datanya, dengan data awal saat pencatatan atau pendaftaran. Hal ini membuat target tidak tercapai dan sulit membuat kesimpulan data akurat cakupan vaksinasi Nakes," kata Gilbert. []

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu