Lifestyle

Proses Pasteurisasi Harus Dilalui Sebelum Donor ASI Dilakukan


Proses Pasteurisasi Harus Dilalui Sebelum Donor ASI Dilakukan
Dr. dr. Naomi Esthernita F Dewanto, Sp. A (K) (AKURAT. CO/ Winnie Fatmawati)

AKURAT.CO, Memiliki gizi yang luar biasa untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi 0-6 bulan, membuat orangtua memilih melakukan donor ASI, saat ASI miliknya sulit atau tidak keluar.

Tetapi sebelum memilih untuk melakukan donor ASI, ada yang perlu ibu perhatikan Bukan hanya penerima donor, tapi juga pemberi donor.

"Sebelum donor tentu ASI, ibunya harus cukup untuk anaknya sendiri," kata Dr. dr. Naomi Esthernita F Dewanto, Sp. A (K) kepada AkuratHealth, di Siloam Hospital, Jakarta Barat, Jumat, (13/9).

Selain memastikan ASI cukup untuk anaknya sendiri, ibu pendonor ASI juga harus memastikan dirinya sehat.

Ibu pendonor harus bebas HIV, hepatitis B, hepatitis C, hingga sifilis, dan terbukti dengan adanya medical check up.

Kemudian, ASI donor pada saat ingin diberikan, juga harus melalui proses pasteurisasi terlebih dahulu.

Pasteurisasi adalah proses pemanasan dengan suhu tertentu dengan tujuan membunuh organisme merugikan seperti bakteri, dan proses ini juga bertujuan untuk memperlambatkan pertumbuhan mikroba.

Dan penting ibu ketahui, proses pasteurisasi memang akan ada zat-zat dalam kandungan ASI yang menjadi rusak. Makanya, tetap tidak sebaik ASI ibu sendiri, tapi masih lebih baik dibandingkan susu formula.

Dokter Naomi sangat tidak merekomendasikan moms mendapatkan ASI sembarangan, dan sebenarnya donor ASI itu harus melalui unit rumah sakit atau organisasi.

"Donor ASI juga diperioritaskan untuk bayi sakit, bayi prematur, dengan berat badan dibawah 1500 gram. Bukan untuk bayi yang sehat, cuma karena dua hari ASI belum keluar, tapi ibu gak usaha ASInya keluar, malah menunggu diam, dan berharap ASI keluar," tutupnya.[]