Entertainment

Promotor Konser We All Are One Bikin Kaget Vendor Usai Rumor Bebas Dari Imigrasi

Promotor Konser We All Are One Bikin Kaget Vendor Usai Rumor Bebas Dari Imigrasi
Kuasa hukum PT Visi Musik Asia, Fritz Hutapea. (Instagram/fritzhutapea)

AKURAT.CO CEO PT Coution Live Indonesia, Park Jai Hyun, selaku promotor konser We All Are One sempat dikabarkan tengah ditahan pihak imigrasi.

Penahanan dilakukan selama dua minggu karena dugaan pelanggaran visa. Namun, belakangan justru beredar rumor yang menyebut Park Jai Hyun tidak lagi ditahan.

Dilansir dari unggahan salah satu teman Park Jai Hyun tertulis bahwa ia dan teman-temannya ditipu salah satu agen imigrasi yang mengurus visa.

baca juga:

"Halo. Halo. Ini Jong-hyuk Shin. Sekarang, 10 skandal saya termasuk saya berada di Indonesia, yang mendapatkan penipuan visa oleh imigrasi, dan telah ditahan selama 2 minggu setelah mereka kehilangan paspornya sebulan yang lalu. Ini adalah situasi di mana kita tidak bisa memprotes atau mendapatkan pembelaan. Jika ada wartawan di Korea dan siapa saja yang bisa menerima bantuan, mohon bantuannya. Awalnya agen yang kami lamar visa berpura-pura menyelesaikan visa kami dan membuat kami bekerja seolah-olah itu terjadi pada kami, dan membuat kami bekerja," papar akun tersebut.

"Sebaliknya, ke imigrasi, mereka menyerahkan kami kepada orang-orang yang bekerja tanpa visa dan mengambil paspor kami. Agen itu meminta uang sebesar Rs3-40 miliar dari kami dan dalam proses menghasilkan uang kami harus mengetahui fakta kriminal, penggelapan, dan penipuannya. Namun, karena agen yang mewakili kita, orang Indonesia, kita tidak bisa melancarkan kontak dengan imigrasi, dan mari kita protes terhadap agen tersebut," sambungnya.

Pemilik akun tersebut mengaku bahwa pihaknya telah dijebak oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Ia juga meminta maaf telah mengecewakan para penggemar K-Pop di Indonesia.

"Agen itu berkolusi dengan imigrasi, menempatkan kita dalam krisis dan bahkan melaporkan ke media. Artikel seperti gambar adalah artikel palsu yang diterbitkan tanpa pemeriksaan fakta. Kami sadar bahwa kami tidak bisa bekerja on arrival visa dan ingin mengubah visa tetapi kami hanya ditipu oleh agen yang bertanggung jawab atas visa," jelasnya.

"Melalui ini, udara murni kita tercemar untuk menjadikan teman-teman pecinta kpop di Indonesia yang merupakan bintang kpop. Bagi yang telah melihat artikel ini, silakan membentuk opini yang tidak menyenangkan berdasarkan fakta yang tertulis di atas jika anda melihat artikel yang salah seperti itu," pungkasnya.

Fritz Hutapea selaku kuasa hukum PT Visi Musik Asia mengaku sama sekali tidak mengetahui hal tersebut.

"Jujur, saya belum tahu menahu soal kabar ini dan belum ada konfirmasi apa-apa ke saya dan klien saya PT Visi Musik Asia soal kabar mereka sekarang dibebaskan dari Ditjen Imigrasi. Mungkin kalaupun hal itu benar, saya dan klien saya besok akan memastikan lagi ke pihak imigrasi tentang kabar pembebasan mereka," jelasnya saat dihubungi wartawan, Jumat (2/12/2022).

"Ya terakhir saya dapat kabar Direktur Park dan beberapa WNA-nya itu pemeriksaannya sudah naik sidik," pungkasnya.