Ekonomi

Progres Proyek Food Estate di Kalteng: 96,7% Lahan Sudah Ditanami

Pengembangan Food Estate hingga saat ini penanaman telah mencapai 96,7% atau 29.032 ha dan sudah realisasi untuk panen seluas 15.862 ha hingga 31 Maret 2021.


Progres Proyek Food Estate di Kalteng: 96,7% Lahan Sudah Ditanami
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Pertanian saat meninjau lokasi food estate di Desa Ria-Ria, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbahas, Jumat (18/12/2020). (ISTIMEWA )

AKURAT.CO Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memaparkan pengembangan Food Estate tahun 2020 yang dikelola Kementerian Pertanian (Kementan) tersebar seluas 20.000 hektar (ha) di Kabupaten Kapuas dan 10.000 ha di Kabupaten Pulang Pisau, hingga saat ini penanaman telah mencapai 96,7 persen atau seluas 29.032 ha dan sudah realisasi untuk panen seluas 15.862 ha hingga 31 Maret 2021.

"Lokasi blok A5 di Desa Bentuk Jaya ini merupakan bagian terakhir yang akan segera ditanami dari total target 30.000 hektar," ujar Mentan saat meninjau kawasan Food Estate, Kalimantan Tengah, Selasa (6/4/2021).

Sementara itu, untuk kegiatan Tahun Anggaran 2021 akan dilaksanakan kegiatan pengembangan Food Estate seluas 37.633 ha yang terdiri dari kegiatan ekstensifikasi lahan seluas 22.992 ha di antaranya Kabupaten Kapuas 19.899 ha dan Pulang Pisau 3.094 ha. Kemudian dari kegiatan intensifikasi lahan seluas 14.641 ha terbagi di Kabupaten Kapuas 13.461 ha dan Pulang Pisau 1.180 ha.

"Terhadap target luasan ini kita sedang mengupayakan penambahan lokasi yang tentunya sesuai dengan kaidah dan kriteria teknis yang telah ditetapkan," terang Mentan Syahrul.

Lebih lanjut, Mentan mengatakan pada lokasi pengembangan Kawasan Food Estate di Kecamatan Dadahup ditargetkan akan ditanam seluas 2.000 ha yang tersebar di lima desa. Terdapat beberapa kendala yang dihadapi dalam pengelolaan lahan terkait dengan kendala teknis, infrastruktur dan juga sumber daya manusia.

"Lahan blok A5 sudah 15 tahun tidak diolah sehingga perbaikan infrastruktur jaringan irigasi dan juga peningkatan jaringan harus dilakukan sehingga tata kelola air dapat dilaksanakan secara optimal agar dapat memperbaiki kondisi tinggi muka air untuk dapat melakukan pertanaman," tuturnya.

Syahrul menegaskan kegiatan pengembangan Food Estate ini merupakan kerja keras seluruh Kementerian dan Instansi terkait dalam mengamankan pangan untuk 267 juta rakyat Indonesia. Pengembangan Food Estate ini berbasis korporasi petani yang mengintegrasikan usaha di on-farm dan off farm.

"Maka kita harus bersama sama beriringan dalam mewujudkannya. Dengan upaya keras, petani kita dapat menghasilkan produksi yang terbaik dari hasil pengembangan Food Estate ini," pungkas Mentan Syahrul.

Di waktu yang sama, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Inveatasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pengembangan food estate membutuhkan kolaborasi antar pihak.

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu