News

Progres Koalisi Sudah 80%, NasDem Terus Endorse 3 Kandidat Bacapres

Progres Koalisi Sudah 80%, NasDem Terus Endorse 3 Kandidat Bacapres
Ketua Panja RUU TPKS/Wakil Ketua Baleg DPR RI Willy Aditya memberikan penjelasan saat menjadi pembicara dalam diskusi Forum Legislasi di Media Center, Nusantara III, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (26/7/2022). Diskusi ini membahas (Sopian)

AKURAT.CO, Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya mengaku bahwa partainya terus mempromosikan atau meng-endorse nama-nama bakal calon Presiden (Bacapres) di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Ada tiga nama yang sebagaimana telah diumumkan dari hasil Rakernas pada 17 Juni 2022.

"Tentu pembicaraan tidak bisa lepas dari tiga nama ini kan (Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Jenderal TNI Muhammad Andika Perkasa)," ujar Willy di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/9/2022).

Willy mengatakan, pada prinsipnya Partai NasDem ingin menawarkan tidak hanya kandidat, tapi juga sekaligus proses pemilikan peta jalan. Tujuannya, untuk keluar dari fragmentasi yang ada. 

baca juga:

"Jadi it is not only about person, kita selalu simplify itu pada orang-orang, itu cara berpikir politik yang Pak Surya lakukan dan ajarkan pada kami. Kenapa beliau di Rakernas bicara politik kebangsaan?" ucapnya.

Willy mengungkapkan, hingga kini progres penjajakan koalisi antara Partai NasDem dengan PKS, dan Partai Demokrat untuk Pilpres 2024 sudah mencapai 80 persen.

"Bisa jadi, kalau kesepakatan beberapa hal terpenuhi, di sana lah kemudian seni diplomasinya materi yang dinegosiasikan. Ya tentu ada beberapa hal yang terus menerus dibicarakan lah," terangnya.

Namun, Willy menyebutkan, beberapa hal masih jadi kendala. Pertama, NasDem, PKS, dan Demokrat merupakan partai yang belum pernah menjalin koalisi.

"Satu, kami belum pernah bekerja sama sebelumnya, tentu ini enggak bisa kawin paksa kan, tentu proses pembangunan chemistry di dua ranah, ranah antar partai, ranah antara kandidat dengan partai, itu tidak sederhana itu," urainya.

"Dua layer ini harus berjalan secara simultan, itu yang beratnya itu, ada orang yang kadang kadang misal kita contoh, tetangga, langsung partainya saja. Itu kan satu layer, sementara ini bekerja dalam dua ranah lah, dua dunia, dua alam, Capres-Cawapresnya dan partainya," pungkasnya. []