News

Program Vaksinasi COVID-19 di Israel Berbuah Manis, Warga Kini Tak Perlu Pakai Masker

Pemerintah Israel telah mencabut protokol wajib pakai masker di luar ruangan.


Program Vaksinasi COVID-19 di Israel Berbuah Manis, Warga Kini Tak Perlu Pakai Masker
Warga Israel berjalan-jalan dengan wajah terbuka setelah pemerintah resmi mencabut protokol memakai masker di luar ruangan

AKURAT.CO, Protokol memakai masker di luar ruangan telah dicabut oleh Israel pada Minggu (18/4). Warga akhirnya bisa berjalan-jalan dengan wajah terbuka, menuju normalitas berkat suksesnya vaksinasi massal COVID-19 di negara tersebut.

Dilansir dari Reuters, sudah sekitar 81 persen warga di atas 16 tahun, kelompok usia yang memenuhi syarat, telah divaksin COVID-19 dengan vaksin Pfizer-BioNTech di Israel. Berkat suksesnya program vaksinasi ini, angka penularan dan rawat inap langsung menurun tajam.

Namun, kedatangan warga negara asing masih dibatasi. Warga Israel yang baru kembali dari luar negeri dan belum divaksin pun harus mengisolasi diri agar tidak menggagalkan efektivitas vaksin ini. Menurut Kementerian Kesehatan, telah terdeteksi 7 kasus varian baru India di Israel yang potensinya sedang dinilai.

"Kami sedang memimpin dunia saat ini untuk berpisah dari virus corona. Namun, kami masih belum selesai. Virus ini bisa kembali," kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Protokol wajib pakai masker di luar ruangan yang diberlakukan sejak setahun lalu dan diawasi oleh polisi kini telah dibatalkan. Namun, menurut Kementerian Kesehatan, aturan ini masih berlaku untuk tempat publik dalam ruangan. Warga pun didesak agar selalu membawa masker.

"Tak memakai masker untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama jadi terasa aneh. Tapi ini aneh yang menyenangkan. Meski masih harus memakai masker di dalam ruangan, saya akan melakukan semua yang saya bisa," komentar Amitai Hallgarten, gadis 19 tahun yang saat itu berjemur di taman.

Murid sekolah mulai dari TK hingga SMA, baik yang belajar dari rumah atau belajar di sekolah, akan kembali ke jadwal sebelum prapandemi. Namun, guru diperintahkan agar terus memberi ventilasi di ruang kelas serta menjaga jarak sosial saat pelajaran dan istirahat. Kegiatan ekstrakurikuler pun masih dilarang.

"Anak-anak di bawah usia 16 tahun masih merupakan populasi yang tidak divaksinasi yang ingin kami lindungi," kata pejabat Kementerian Kesehatan Sharon Alroy-Preis.

Israel juga memperhitungkan warga Yerusalem Timur Palestina yang berpopulasi 9,3 juta jiwa dan telah memberikan vaksin di sana. Sekitar 5,2 juta warga Palestina di Tepi Barat dan di Jalur Gaza yang diduduki Jamas pun telah menerima pasokan terbatas vaksin yang disediakan oleh Israel, Uni Emirat Arab, China, dan skema pembagian vaksin global COVAX. []

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu