Ekonomi

Program Transmigrasi Bisa Picu Peningkatan Produktivitas Daerah


Program Transmigrasi Bisa Picu Peningkatan Produktivitas Daerah
Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla saat memberikan keterangan pada acara Adendum Host City Contract Asian Games 2018 di Jakarta, Minggu (15/10). Adendum Host City Contract ini diatur ketentuan terbaru bahwa INASGOC akan lebih fleksibel dan lebih awal mencairkan dana dari sponsor yang masuk melalui OCA sebagai pemegang right Asian Games (AKURAT.CO/Handaru M Putra)

AKURAT.CO Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan program transmigrasi dapat meningkatkan produktivitas antara masyarakat pendatang kepada warga lokal yang didatangi, sehingga terjadi kesejahteraan.

"Transmigrasi itu diharapkan ada peningkatan produktivitas di daerah sehingga akan terjadi kesejahteraan dari yang datang dan yang didatangi wilayahnya,baru itu suatu transmigrasi yang berhasil," kata Kalla, di Jakarta, Kamis, (1/8/2019).

Untuk dapat meningkatkan produktivitas tersebut diperlukan pertukaran pengetahuan dan keahlian antarwarga pendatang dan masyarakat daerah tujuan.

Ia mencontohkan masyarakat asal Pulau Jawa dan Bali umumnya memiliki keterampilan di bidang pertanian, sehingga pengetahuan itu dapat dibagikan kepada masyarakat daerah tujuan transmigrasi untuk meningkatkan hasil pertanian.

"Transmigrasi juga harus transfer keterampilan. Orang dari Jawa, dari Bali biasanya lebih terampil dalam pertanian, dan kadang-kadang lebih rajin dibanding daerah-daerah yang didatangi," tambahnya.

Keberhasilan program transmigrasi itu dapat dilihat di sejumlah daerah di Lampung dan Sulawesi. Kalla berkata, di Sulawesi Selatan ada suatu daerah dimana percampuran budaya antara transmigran dan warga lokal dapat berjalan baik.

"Di Sulawesi Selatan, daerah Luwu, ada daerah yang namanya Lamasi. Saya tanya apa artinya, ternyata kependekan dari Lamongan, Malang dan Sidoarjo. Saya tahu karena kebetulan perusahaan saya dulu yang bangun bendungan di situ, Bendungan Lamasi," katanya.

Sementara itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Sandjojo berkata, program perpindahan penduduk telah mencapai di kawasan 619 kawasan dan 48 kawasan program revitalisasi.

"Program tersebut telah mengelola 4,2 juta transmigran termasuk 1,7 tenaga kerja yang tinggal di kawasan seluas 4,4 juta hektare," kata Eko. []