Lifestyle

Program Pemulihan Sektor Pariwisata Tertunda, Menparekraf Bakal Upayakan Kebijakan yang Tepat

Kebijakan PPKM Darurat sangat berdampak pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Oleh sebab itu, Menparekraf akan berupaya membuat kebijakan yang tepat


Program Pemulihan Sektor Pariwisata Tertunda, Menparekraf Bakal Upayakan Kebijakan yang Tepat
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno dalam video yang diunggah di akun instagram miliknya pada Sabtu, (2/1/2021). (Instagram Sandiaga Uno)

AKURAT.CO Pemerintah menetapkan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat demi menekan angka kasus Covid-19 di Indonesia. Aturan ini berlaku sejak 3-20 Juli 2021 di Jawa dan Bali.

Kebijakan pemerintah ini, diakui Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, sangat berdampak pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Menurut Sandiaga Uno, tantangan yang harus dihadapai terasa lebih sulit dan rumit. Oleh sebab itu, dirinya bakal memberikan perhatian lebih kepada masalah ini, mengingat ada  34 juta masyarakat Indonesia yang menggantungkan penghidupannya dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif

"Sektor ini lagi betul-betul menghadapi satu tantangan yang sangat-sangat berat dihadapi oleh sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Ini memang sebelumnya pernah, tapi nggak pernah se-uncertainty (ketidakpastian), se-kompleks ini," kata Sandiaga, Sabtu (3/7/2021).

Terkait kebijakan PPKM Darurat, Sandiaga Uno memutuskan untuk menunda pelaksanaan berbagai program, seperti Wisata Vaksin, Work From Bali, pembukaan Bali Kembali, Travel Corridor Arrangement, dan beberapa event di daerah. Namu, dia mengajak masyarakat, khususnya pelaku usaha parekraf, untuk tidak menyerah dan tetap mematuhi protokol kesehatan. 

Sandiaga Uno melanjutkan, pemerintah punya tiga alat untuk membantu masyarakat mengatasi keterpurukan akibat pandemi Covid-19, yaitu kebijakan, anggaran dan pendampingan. Di masa sulit ini, Sandiaga akan berusaha membuat kebijakan yang bermanfaat serta membuat mereka yang terdampak merasa diperhatikan. 

"Jadi tantangannya gimana kita, Kemenparekraf bisa menghadirkan kebijakan yang tepat manfaat, tepat sasaran dan tepat waktu," ungkap Sandiaga Uno.

"Semuanya suffering (menderita) dan kita harus hadir," imbuhnya.

Sebagai salah satu dari upaya untuk mengurangi risiko dampak PPKM Darurat, Kemenparekraf akan terus berupaya mempercepat  penyaluran dana hibah pariwisata.Tak hanya itu saja, Sandiaga juga bakal mempercepat vaksinasi di daerah wisata, seingga kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif bisa kembali dilakukan seperti sebelum saat pandemi, khususnya di Bali. 

“Pertama kami mempercepat distribusi vaksinasi (Covid-19), di Bali khususnya. Dengan target 6 juta dosis vaksin bisa kita berikan sebelum akhir Juli atau awal Agustus seperti yang dicanangkan oleh Bapak Presiden,” kata Sandiaga Umo dalam kesempatan yang berbeda. 

Tak hanya itu, Sandiaga juga akan terus mengencarkan standar CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Enviromental Sustainabilty) ke seluruh tempat wisata. Diharapkan banyak kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif memenuhi standar pelayanan ini di akhir Juli 2021.