News

Program Guru Penggerak, Pengajar Praktik: Ini Membuka Mindset dan Lebih Kreatif dengan Praktik Langsung

Selain itu, kata dia, dalam Program Guru Penggerak ini semua materinya itu memang sangat dibutuhkan oleh para guru.


Program Guru Penggerak, Pengajar Praktik: Ini Membuka Mindset dan Lebih Kreatif dengan Praktik Langsung
Ilustrasi Guru Penggerak (Dok. Kemdikbud)

AKURAT.CO, Dari Program yang dilayangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait seleksi Calon Guru Penggerak dan seleksi Pengajar Praktik (pendamping) PGP angkatan 4 di tahun 2021. Ada capaian yang didapat dari para Guru Penggerak yang sudah mengikutinya.

Seperti yang dilihat dalam Dialog Program Guru Penggerak. Seorang bernama Wanti Sila Sakti (SDN 16 Mengkiang) Pengajar Praktik Angakatan 1 ini pun memiliki pandangan sendiri dalam Program Guru Penggerak.

"Jadi menurut saya ada perbedaan antara diklat yang sekarang dengan sebelumnya. Karena kalau yang dulu itu kita lebih banyak duduk, diam di ruangan, mendengarkan terus kemudian didoktrin seperti ini lho langkah-langkah (yang harus dijalankan)," ujar Wanti.

Tapi ketika dirinya mengenal Program Guru Penggerak, yang pertama kali dirasakan adalah membuka mindset karena ketika menjadi seorang guru, hal utama itu adalah bekerja menggunakan hati.

"Karena apa, ketika kita menjadi seorang guru hal pertama itu adalah hati dulu. Ketika hati kita sudah terbuka, kita siap melaksanakannya semuanya akan mengalir," ujarnya.

Selain itu, kata dia, dalam Program Guru Penggerak ini semua materinya itu memang sangat dibutuhkan oleh para guru.

"Selain itu kami juga bisa di apa diajak melihat langsung, di tempat di mana tempat sebenarnya. Apa sih kerja di sana, bagaimana penerapan mereka, bukan lagi hanya berdasarkan di ruangan, selesai gitu," katanya.

Selain itu, ada juga Widayanti (SDN Kapedi I, Kota Sumenep) Pengajar Praktik Angkatan 1 mengungkapkan bahwa Program Guru Penggerak ini sangat luar biasa.

"Saya tahu Perbedaannya sangat berbeda sekali antara pelatihan sebelumnya. Kalau sebelumnya, biasanya mereka (guru) ditunjuk, jadi merasa ada yang terpaksa begitu, tetapi untuk program ini luar biasa sekali, karena memang semua dari hati nurani peserta masing-masing," kata Widayanti.