News

Profil Singkat 3 Jenderal yang Dicopot Buntut Kasus Penembakan Brigadir J

Kasus tewasnya Brigadir Novriansyah Yoshua Hutabarat/Brigadir J berbuntut panjang. Imbas kasus tersebut, sebanyak tiga jenderal dicopot dari jabatannya. 


Profil Singkat 3 Jenderal yang Dicopot Buntut Kasus Penembakan Brigadir J
Kadiv Propam Polri non-aktif, Irjen Pol Ferdy Sambo saat mendatangi Bareskrim Mabes Polri di Kawasan Kebayoran, Jakarta, Kamis (4/8/2022). Irjen Pol Ferdy Sambo memenuhi panggilan Bareskrim Polri untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan tindak pidana polisi tembak polisi di rumah dinasnya yang menewaskan Brigadir J. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Kasus tewasnya Brigadir Novriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J berbuntut panjang. Imbas kasus tersebut, sebanyak tiga jenderal dicopot dari jabatannya. 

Ketiganya yakni Irjen Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan, dan Brigjen Benny Ali. Setelah dicopot dari jabatannya, mereka dimutasi menjadi perwira tinggi Pelayanan Markas (Yanma) Polri.

Pencopotan jabatan itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor 1628/VIII/Kep/2022 tertanggal 4 Agustus 2022.

baca juga:

Berikut profil singkat tiga Jenderal yang dicopot, buntut tewasnya Brigadir J. 

1. Irjen Ferdy Sambo

Profil Singkat 3 Jenderal yang Dicopot Buntut Kasus Tewasnya Brigadir J - Foto 1
Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo (AKURAT.CO/Sopian) 

Ferdy Sambo merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994. Ia menjabat sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri sejak 16 November 2020.

Pria kelahiran Barru, Sulawesi Selatan, 19 Februari 1973 itu sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal (Wakabareskrim).

Selama berkarier di kepolisian, Sambo berpengalaman di bidang reserse.

Pada 2010, dia menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Jakarta Barat.

Kariernya pun terus menanjak hingga akhirnya pada tahun 2012 Sambo ditunjuk sebagai Kapolres Purbalingga. Kemudian pada tahun 2013, lulusan Akpol 1994 itu menempati posisi sebagai Kapolres Brebes.

Tahun 2015, Sambo menjabat sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadireskrimum) Polda Metro Jaya.

Sebelum ditunjuk sebagai Kepala Divisi Propam, jenderal bintang dua ini dipercaya menjadi Kepala Subdirektorat (Kasubdit) IV, lalu Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri pada 2016.

Sambo pernah mengungkap sederet kasus besar seperti bom Sarinah Thamrin (2016), kasus kopi mengandung sianida (2016), kasus surat palsu tersangka Djoko Tjandra (2018), hingga kebakaran di Gedung Kejaksaan Agung RI (2020).

2. Brigjen Hendra Kurniawan

Profil Singkat 3 Jenderal yang Dicopot Buntut Kasus Tewasnya Brigadir J - Foto 2
Karopaminal Divisi Propam Polri, Brigjen Pol Hendra Kurniawan. (Youtube/Divisi Humas Polri) 

Brigjen Hendra Kurniawan merupakan lulusan Akpol 1995. Ia menjabat Kepala Biro Pengamanan Internal Divisi Profesi dan Pengamanan (Karo Paminal Divpropam) sejak 16 November 2020.

Sebelum menjadi anak buah Ferdy Sambo, jenderal bintang dua itu juga pernah mengemban jabatan lain di antaranya yaitu Kaden A Ro Paminal Div Propam Polri, Analis Kebijakan Madya Bidang Paminal Div Propam Polri, dan Kabagbinpam Ro Paminal Divpropam Polri.

Pria kelahiran Bandung, 16 Maret 1974 itu juga pernah tergabung dalam tim khusus pencari fakta untuk kasus bentrok Front Pembela Islam (FPI) dengan Polri di Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada tahun 2020 lalu. 

Hendra ditunjuk langsung oleh Ferdy Sambo untuk memimpin tim yang beranggotakan 30 personel kepolisian ini.

3. Brigjen Benny Ali

Profil Singkat 3 Jenderal yang Dicopot Buntut Kasus Tewasnya Brigadir J - Foto 3
Karo Provos Polri (Doc. Polda Sumsel) 

Brigjen Benny merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 dan berpengalaman dalam bidang lalu lintas (lantas).

Selama menjabat di Korps Bhayangkara, ia mengemban beberapa jabatan penting di antaranya yaitu pada 2009, dia pernah menjabat Kapolres Tulang Bawang. Satu tahun kemudian, Benny diangkat menjadi Wakil Direktur Lantas (Wadirlantas) Polda Lampung.

Tahun 2013, Benny dipromosikan sebagai Direktur Lantas (Dirlantas) Polda Bengkulu. Lalu, pada 2015 dia ditunjuk menjadi Dosen Utama Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdikpol.

Selanjutnya, lulusan Akpol 1991 itu menduduki posisi Kepala Bidang Hukum (Kabidkum) Polda Sulawesi Utara pada 2016.

Satu tahun setelahnya, Benny ditunjuk sebagai Kabag Prodok Biro Pengamanan Internal (Ropaminal) Divisi Propam Polri.

Pada 2019, Benny ditempatkan menjadi Analis Kebijakan Madya Bidang Paminal Divisi Propam Polri. Lalu 2020 jenderal bintang satu tersebut duduk sebagai Kabag Yanduan Divpropam.

Pada 25 Agustus 2021, Benny Ali menjabat sebagai Kepala Biro Provos Divisi Profesi dan Pengamanan (Karo Provos DivPropam).

Namun pada Kamis (4/8/2022), Benny Ali dicopot jabatannya dan dimutasikan menjadi Pati Yanma Polri. []