News

Profil Samekto Wibowo, Guru Besar Neurologi UGM Sejak 2001

Profil Samekto Wibowo, Guru Besar Neurologi UGM Sejak 2001
Guru Besar FKKMK UGM Prof. Samekto Wibowo (YouTube)

AKURAT.CO Universitas Gadjah Mada (UGM) tengah berduka karena kehilangan salah satu sosok guru besarnya yakni Prof. Samekto Wibowo. Ia adalah guru besar Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) yang meninggal dunia akibat kecelakaan laut. Prof. Samekto Wibowo (78) terseret ombak besar di Pantai Pulang Sawal, Kapanewon Tepus, Gunungkidul pada Sabtu (24/9/2022). 

Sebelum dimakamkan, jenazah Prof. Samekto Wibowo disemayamkan di Balairung UGM pada Minggu (25/9/2022) untuk mendapatkan penghormatan terakhir dari para civitas UGM. Selanjutnya jenazahnya dimakamkan di Pemakaman Keluarga Pondok Muharrikum Najaah, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. 

Rektor UGM Ova Emilia merasa kehilangan atas kepergian Prof. Samekto Wibowo dan mengungkapkan rasa dukanya. 

baca juga:

"Atas nama keluarga besar Universitas Gadjah Mada, saya menghaturkan ungkapan duka cita mendalam atas berpulangnya almarhum Prof. Dr. dr. H. Samekto Wibowo, P.Far.K, Sp. FK(K), Sp.S(K)," ucap Ova. 

Mendiang Samekto Wibowo juga dikenal sebagai pribadi yang dijadikan sebagai panutan oleh rekan sejawat serta mahasiswanya. 

"Hal tersebut menjadi cerminan karakter pribadi beliau selama menjalankan tugas di Universitas Gadjah Mada. Almarhum merupakan sosok panutan serta memiliki komitmen yang sangat tinggi untuk perkembangan keilmuan serta kemajuan fakultas," kenang Ova.

Prof. Samekto Wibowo lahir di Klaten, 16 Maret 1946 dan menamatkan pendidikan Spesialis Neurologi di UGM. Ia juga tercatat sebagai anggota di Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi). Prof. Samekto memiliki minat terhadap seni yang tinggi terbukti dirinya telah menerbitkan tiga buku antologi puisi salah satunya adalah "Pesta Telah Usai". 

Menjadi guru besar membuat Samekto begitu aktif dalam penelitian di bidang kesehatan bersama timnya. Setidaknya 10 jurnal internasional sudah ia publikasi. Selain jurnal, juga ada buku mengenai tumbuhan obat yang ditulis berjudul Tumbuhan Obat I tahun 1996. Almarhum juga sempat menjabat sebagai Kepala Bagian/SMF Ilmu Penyakit Saraf periode 2001-2009 dan memiliki berbagai program terobosan hingga berhasil mencapai beberapa kemajuan. 

Sebelum meninggal dunia, Prof. Samekto masih aktif sebagai dokter spesialis saraf di Rumah Sakit Ludira Husada Tama Yogyakarta. Sebelumnya mendiang Prof. Samekto juga sempat bekerja di Rumah Sakit Islam Klaten. 

Jabatan terakhir mendiang Prof. Samekto Wibowo yakni sebagai guru besar Departemen Neurologi FKKMK UGM. Ia menyampaikan pidato pengukuhan guru besar pada 13 Oktober 2001 lalu dengan judul Neuropati Diabetika dan Impotensia. 

Dalam pidatonya tersebut ia menyampaikan bahwa neuropati diabetik adalah gangguan saraf akibat penyakit diabetes yang ditandai dengan kesemutan, nyeri, atau mati rasa dan dapat terjadi pada saraf di bagian tubuh mana pun dan lebih sering menyerang saraf di kaki. Kadar gula darah tinggi bisa menyebabkan saraf di seluruh tubuh mengalami kerusakan jangka panjang. 

Prof. Samekto Wibowo meninggalkan satu orang istri dan dua orang anak.[]