Entertainment

Profil Angga Dwimas Sasongko, Sutradara Film Kondang Asal Indonesia

Profil Angga Dwimas Sasongko, Sutradara Film Kondang Asal Indonesia
Ilustrasi Profil Angga Dwimas Sasongko (Instagram/@anggasasongko)

AKURAT.CO, Jika anda seorang penikmat film Indonesia pasti tak asing dengan nama Angga Dwimas Sasongko. Banyak film Indonesia yang telah sukses berkat polesan kreativitasnya.

Berikut adalah profil Angga Dwimas Sasongko:

Profil Angga Dwimas Sasongko

Pria yang menjadi icon perfilman indonesia ini lahir pada 11 Januari 1985 di Jakarta, Indonesia dan sekarang berumur 38 tahun. Selain menjadi sutradara ia juga menjadi penulis skenario, produser, aktivis, dan wirausahawan. 

baca juga:

Berbagai Produk Angga Dwimas Sasongko

Selain membuat film layar lebar, ia juga telah menyutradarai berbagai iklan komersial, video klip musik dan berbagai merek serta berkeliling Indonesia untuk mengerjakan banyak film dokumenter.

Angga Dwimas Sasongko dan production housenya

Angga Dwimas Sasongko juga menjadi pendiri dan Pejabat Eksekutif Tertinggi (CEO) dari Visinema Pictures.

Awal karier ia menjadi sutradara pada saat ia memproduksi film perdananya Foto Kotak dan Jendela pada 2006, dalam produksi film tersebut ia juga merangkap menjadi produser.

Angga Dwimas Sasongko juga dikenal sebagai co-founder dari perusahaan furniture dan interior dengan label Trystliving, dan juga menjadi CEO dari Woodchef Indonesia yang memayungi label Woodchef.

Di dalam dua label tersebut Angga berperan menjadi desainer produk.

Angga juga tergabung menjadi bagian di Archiss, sebuah firma konsultan strategis, sebagai mitra komunikasi kreatif.

Film karya Angga Dwimas Sasongko

Di Visinema, Angga Dwimas Sasongko banyak membuahkan karya film yang digemari masyarakat seperti:  

Filosofi Kopi (2016), Bukaan 8 (2017), Filosofi Kopi 2 (2017), Wiro Sableng 212 (2018), Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (2020), Mencuri Raden Saleh (2022) dan masih banyak lagi.

Gerakan sosial Angga Dwimas Sasongko

Angga Dwimas Sasongko juga seorang aktivis kemanusiaan yang bekerja untuk Green Music Foundation yang dikelola bersama musisi (alm.) Glenn Fredly. Bersama tim dari perusahaan itu, Angga menginisiasi terbentuknya gerakan sosial Save Mentawai yang berfungsi untuk merespon bencana tsunami mentawai di tahun 2010.

PONDASI (Pondok Cerdas Indonesia) juga salah satu proyek yang diinisiasi oleh Angga sebagai komunitas belajar yang berbasis perpustakaan dan di bangun di beberapa komunitas masyarakat pulau.

Pertama kali didirikan di Desa Mapinang Selatan dan Desa Pasapuat di Mentawai.

Karena banyak film karya Angga Dwimas Sasongko yang terkenal dan bisa diterima di masyarakat.

Angga adalah salah satu panutan para kaum muda di dunia perfilman, terutama untuk yang ingin mendalami ilmu sutradara dan produser.