Rahmah

Profesor Studi Islam dan Gender Jelaskan Pentingnya Pendidikan Toleransi Sejak Dini

Prof Nina Nurmil PhD menyebut, menanamkan nilai-nilai toleransi kepada anak harus dilakukan sejak dini oleh orang tua.


Profesor Studi Islam dan Gender Jelaskan Pentingnya Pendidikan Toleransi Sejak Dini
Prof Nina Nurmil PhD (Mubadalah)

AKURAT.CO  Toleransi pada dasarnya merupakan sikap dan perilaku yang terbuka, menghargai dan meyakini adanya perbedaan. Salah satu menamakan sikap toleransi adalah melalui metode pendidikan. Sementara pendidikan harus dimulai sejak dini atau sejak masih anak-anak.

Sedangkan indeks intoleransi masih cukup tinggi di Indonesia. Menurut survei yang beredar, 35% siswa dan mahasiswa di Indonesia masih membolehkan negara untuk mendiskriminasi kalangan minoritas.

Dosen Fakultas Pendidikan Universitas Islam International Indonesia (UIII) Prof Nina Nurmil PhD menyebut, menanamkan nilai-nilai toleransi kepada anak harus dilakukan sejak dini oleh orang tua. Karena orang tua adalah pertama dan yang paling pertama mengajarkan kepada anaknya sebelum anak itu belajar di luar rumah. 

"Menanamkan sikap toleransi kepada anak sejak dini sangat penting dan itu harus dimulai dari orang tua," ujarnya dalam kegiatan Webinar yang diselenggarakan oleh PPIM UIN Jakarta "Belajar Toleransi Sejak Dini", Jumat (26/11/2021).

Profesor studi Islam dan Gender dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati, itu juga menyampaikan pendidikan toleransi sejak dini juga penting dilakukan di sekolah dasar seperti TK atau PAUD. Misalnya, guru-guru di pendidikan dasar memberi pemahaman tentang pentingnya menjaga nilai toleransi di negara Indonesia.

"Atau juga dapat dilakukan dengan kegiatan-kegiatan yang melibatkan para pemeluk agama yang berbeda," tuturnya.

Meskipun begitu, Nina menekankan, bahwa untuk memulai pendidikan toleransi kepada anak, harus didasari dengan meletakkan fondasi beragama yang kuat. Karena, jika fondasi beragama sudah kuat, ketika diekspose dengan berbagai perbedaan, akan tidak mudah tergoyahkan dan akan muncul sikap toleransi dari anak tersebut.

Nina juga menjelaskan manfaat pentingnya menanamkan nilai-nilai toleransi kepada anak. Sebab, dengan menanamkan sikap toleransi, dapat memperkokoh tali persaudaraan di negara Indonesia yang terdiri dari beragam suku, bahasa dan juga agama ini.

"Anak-anak Indonesia diharuskan untuk memiliki sikap yang toleran sehingga dapat saling menghargai segala perbedaan-perbedaan yang ada. Sebab, dengan menghargai satu sama lain, masyarakat dapat memperkokoh persaudaraan sebagai warga negara Indonesia," ucapnya.

Sebab, menurut Nina, intoleransi karena ada legitimasi bahwa apa yang diyakininya adalah yang paling benar. Ia tidak mengakui kebenaran lain, selain kebenaran yang diakuinya sendiri. []