News

Profesor Asal Singapura Ini Corat-Coret Diduga Naskah Akademik IKN

Di media sosial Twitter, dokumen naskah akademik Ibu Kota Negara (IKN) jadi sorotan para akademisi.


Profesor Asal Singapura Ini Corat-Coret Diduga Naskah Akademik IKN
Dokumen naskah akademik Ibu Kota Negara (IKN) jadi sorotan para akademisi. Di antara mereka banyak yang heran karena proyek besar IKN dinilai jauh dari kualitas yang sebetulnya. (Instagram/@nyoman_nuarta)

AKURAT.CO Rancangan Undang-Undang tentang Ibu Kota Negara (RUU IKN) telah disahkan sebagai Undang-undang melalui rapat paripurna di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. Namun, hingga saat ini proses pengesahan RUU tersebut masih menuai kontroversi.

Di media sosial Twitter, dokumen naskah akademik Ibu Kota Negara (IKN) jadi sorotan para akademisi. Di antara mereka banyak yang heran karena proyek besar IKN dinilai jauh dari kualitas yang sebetulnya.

Terlihat viral teks yang diyakini sebagai naskah akademik IKN baru dicoret-coret oleh Associate Profesor Nanyang Technological University (NTU) Singapura, Prof Sulfikar Amir.

baca juga:

Ia mengatakan, dirinya merasa tersinggung dengan kualitas naskah akademik yang dibuat untuk sebuah proyek bernilai hampir Rp500 triliun yang 50 persennya dibiayai oleh APBN.

Profesor sosiologi itu mempertanyakan di dalam naskah akademik IKN rupanya landasan sosiologisnya ternyata dinilai masih terlalu membingungkan, dan tidak adanya penjelasan mengenai fakta empiris seperti apa yang dimaksud.

"Suatu proyek skala besar berbiaya 500 triliun rupiah yg sebagian besar dibiayai APBN (uang pajak) dijustifikasi dgn naskah akademik yg kualitasnya seperti ini, as sociologist, i feel utterly offended," tulis akun @sociotalker yang dikutip Sabtu, (22/2/2022).

Lebih lanjut, naskah yang telah ia coret masih dalam bentuk draf, belum ada versi yang terakhir. Namun, sebagai seorang akademisi, ia mengaku sudah telanjur merasa tersinggung, ketika ada yang menyebutnya landasan sosiologis tidak sesuai yang ia harapkan.

"Ternyata naskah yg dishare @Uki23 ini versi draft. Nih katanya versi final ( i hope so), ada dagingnya dikit. Soal kualitas cek aja sendiri. yg jelas i still feel utterly offended they call it landasan sosiologis," tambahnya.