Rahmah

Prof Nasaruddin Umar Tekankan Umat Islam Bersahabat dengan Penderitaan

Prof Nasaruddin mengatakan bahwa orang yang tidak bisa bersahabat dengan penderitaan, maka akan diderah oleh penderitaannya.


Prof Nasaruddin Umar Tekankan Umat Islam Bersahabat dengan Penderitaan
Prof Dr KH Nasaruddin Umar (NasaruddinUmar.id)

AKURAT.CO  Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof KH Nasaruddin Umar menyebut bahwa semua agama menganjurkan kepada pemeluknya untuk bersahabat dengan penderitaan dan kekecewaan. Beliau mengatakan di dalam agama Islam, ada salah satu kosa kata yang sangat sering disebutkan yaitu kata Sabar. 

"Sabar yaitu kosakata yang sangat mulia. Barang siapa yang memiliki kesabaran, maka dalam berbentuk apapun kekecewaan itu, penderitaan itu, Insya Allah akan lewat," ujar Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini.

Kemudian Prof Nasaruddin menjelaskan cara agar umat bisa bersahabat dengan penderitaan. Menurutnya, sebagai manusia, kita harus sadar bahwa hidup ini penuh dengan lika-liku perjuangan. Dunia ini adalah tempat melakukan pertarungan melawan diri sendiri dan melawan orang lain. Namun disaat yang bersamaan, manusia harus sukses di dalam pertarungan itu. 

Ulama kelahiran Bone Sulawesi Selatan itu mengutip Al-Qur'an Surat Muhammad Ayat 36 yaitu:

اِنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ ۗوَاِنْ تُؤْمِنُوْا وَتَتَّقُوْا يُؤْتِكُمْ اُجُوْرَكُمْ وَلَا يَسْـَٔلْكُمْ اَمْوَالَكُمْ

Artinya: "Sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau. Jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta hartamu," (Q.S. Muhammad: 36).

"Cerdas dalam menghadapi tantangan adalah calon penghuni surga. Tetapi gagal dalam menghadapi sebuah tantangan, tidak punya perhitungan dan tidak punya kesabaran dan ketabahan maka itu juga termasuk orang-orang yang gagal dalam menjalani kehidupan, dan jangan pernah merasa puas karena nanti akan memperoleh kepuasan yang abadi dan sejati, tidak akan pernah" ucap Rektor Perguruan Tinggi Ilmu Qur'an (PTIQ) Jakarta tersebut.

Lebih lanjut Prof Nasaruddin memaparkan bahwa orang yang tidak bisa bersahabat dengan penderitaan, maka akan diderah oleh penderitaannya. Begitu juga dengan orang yang tidak bisa bersahabat dengan penyakit, maka akan diderah dengan penyakitnya. 

"Orang yang tidak bisa bersahabat dengan kekecewaan, maka akan disiksa oleh kekecewaannya sendiri," jelas Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Dengan demikian, lanjut Prof Nasaruddin, bagi orang yang mampu untuk melakukan perdamaian dan persahabatan dengan kekecewaan dan musibah yang menimpa dirinya, maka ia termasuk orang yang menang.[]