News

Prof Mustari: Kegagalan Moderasi Beragama karena Mengilusikan Islam Tidak Berdasar Realita

Mereka yang tidak memiliki moderasi beragama di masa saat ini sama dengan mereka yang mengilusikan Islam tidak berdasar realita.


Prof Mustari: Kegagalan Moderasi Beragama karena Mengilusikan Islam Tidak Berdasar Realita
Akademi UIN Makassar Prof Mustari Mustofa (Tangkapan Layar)

AKURAT.CO, Mereka yang tidak memiliki moderasi beragama di masa saat ini sama dengan mereka yang mengilusikan Islam tidak berdasar realita. Mereka putus asa dalam berkompetisi di era global.

Hal itu disampaikan Akademisi UIN Alauddin Makassar Prof Mustari Mustofa dalam Bincang Hikmah yang diselenggarakan atas kerjasama Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar dan Perkumpulan Pengembangan Masyarakat Islam (P2MI) bersama Akurat.co dengan tema Moderasi Beragama: Menghadapi Gerakan Teror Nalar Publik pada Kamis (15/4/2021).

Mustari menyampaikan ada sejumlah teori kegagalam moderasi beragama. Pertama bahwa ketegangan arus moderasi dan arus keras adalah manifestasi perseteruan al nafs muthmainnah dengan hawa nafsu.

Dengan pengetahuan terbatas membuat hawa nafsu tidak mampu membedakan antara washilah (jalan) dengan ghayah (tujuan) dalam memahami Islam yang mencerminkan hilangnya daya nalar rasional dalam beragama.

"Ini yang menyebahkan orang kehilangan nalar beragama, putus asa," kata Mustari.

Teori lain soal kegagalan moderasi, kegagalan umat Islam atau umat beragama menghadapi arus modernisasi yang dinilai telah menyudutkan Islam. Sehingga dicarilah agama untuk menghibur diri lalu membenturkannya dengan kelompok yang tidak setuju.

"Jika ada orang anarkis atau anti moderat, dia meneror orang lain, jangan-jangan mereka putus asa berkompetisi di era global ini. Tak hanya menghibur diri, mereka juga membangun aliansi dengan kelompok lain yang senasib," tambah Mustari.

Lalu teori ketidakadilan dunia kepada negara Islam seperti Palestina, Uighur dan lainnya. Dan ini menjadi triger bangkitnya kelompok-kelompok intoleran.

"Ini memicu bangkitnya arus anti moderat," kata Mustari.

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu