News

Prof Musni ke Komisiaris Pelni Kristia Budhyarto: Kasar dan Kurang Beradab

Musni mengatakan bahwa dalam suasa hari raya lebaran hendaknya mengucapkan kata-kata yang menyejukkan hati serta mendamaikan suasana

Prof Musni ke Komisiaris Pelni Kristia Budhyarto: Kasar dan Kurang Beradab
Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta Musni Umar (AKURAT.CO/Maidian Reviani)

AKURAT.CO, Rektor Universitas Ibnu Chaldun Prof Musni Umar menyayangkan tuduhan Komisaris Independen PT Pelni, Kristia Budhyarto terkait salat Idul Fitri di Jakarta International Stadium (JIS). 

Musni menyebut Kristia tidak seharusnya menggunakan diksi yang memicu permusuhan.

"Dalam suasana Idul Fitri, sejatinya diucapkan yang mempersatukan, mendamaikan sesuai tujuan puasa ramadhan," kata Musni Umar dilihat dari akun Twitter @musniumar. 

baca juga:

Selain itu, dia menilai pernyataan Kristia juga dapat mengoyak persatuan dan menciptakan permasalahan kepada umat Islam.

Sebab Kristia yang sebelumnya dikenal sebagai tim medsos Jokowi menyebut umat Islam yang turun aksi 212 di Monas sebagai gerombolan radikalis, kemudian pelaksanaan salat Id di JIS untuk jualan politik identitas.

"Kasar kurang beradab," cuitnya.

Banyak netizen yang mengamini Musni. Umum karena menilai ucapan Kristia tidak pas dengan makna Idul Fitri sebagai hari kemenangan.

"Sudah biasa prof, orang-orang seperti perusuh sosial yang hanya ada pada zaman sekarang ini," tulis akun @YusufHs19 mengomentari.

Prof Musni turut membagikan link berita online berisi tuduhan Kristia Budhyarto. Berita itu berisi ulasan pendapat Kristia di Twitter yang menuduh salat Id yang diinisiasi oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di JIS sarat muatan politis.

"Untuk jualan politik identitas yang akan digunakan ketika Anies Baswedan mencalonkan presiden, maka JIS digunakan untuk Salat Idulfitri. Kalau pakai area Monas identik dengan gerombolan radikalis," katanya seperti dilihat di akun Twitter @kangdede78.

"Padahal dari zaman baheula (dahulu) Salat Idulfitri warga Jakarta dipusatkan di Masjid Istiqlal," tambahnya.[]