Rahmah

Prof Fahruddin Faiz Beberkan Cara Mendapat Derajat Insan Kamil, Catat Ya!

Prof Fahruddin Faiz mengungkapkan setidaknya ada lima tahapan manusia untuk dapat meraih predikat Insan Kamil


Prof Fahruddin Faiz Beberkan Cara Mendapat Derajat Insan Kamil, Catat Ya!
Prof Fahruddin Faiz (Tafsiralquran)

AKURAT.CO  Menjadi manusia sempurna (Insan Kamil) merupakan cita-cita yang didambakan oleh setiap manusia. Akan tetapi, tidak semua manusia bisa meraihnya dengan mudah. Harus ada cara tersendiri yang hanya dapat dilakukan dengan ibadah kepada Allah SWT. 

Ahli Filsafat Prof Fahruddin Faiz mengungkapkan setidaknya ada lima tahapan manusia untuk dapat meraih predikat Insan Kamil tersebut. Hal itu disampaikannya dalam sebuah video yang diunggah Channel YouTube Cerah ID, pada 9 Desember 2020.

Pertama, Fana' 'an al-Mukhalafat (Sirna dari segala dosa).

"Tidak melakukan dosa, paling tidak secara sengaja. Itu speak paling rendah untuk menuju Insan Kamil," ujar Prof Fahruddin.

Kedua, Fana' 'an Af'al al-'ibad (sirna dari tindakan-tindakan hamba).

Prof Fahruddin menjelaskan bahwa level ini, manusia sudah tidak lagi bergantung pada Af'al-nya hamba. Jadi seseorang tidak merasa sukses enak dan jaya itu karena dirinya. Dan juga tidak lagi mengandalkan amal. Karena satu-satunya yang diandalkan adalah Allah SWT.

"Jadi kamu tidak menganggap kalau saya minum, mesti hausnya hilang. Ini namanya mengandalkan amal," ujar Prof Fahruddin.

Ketiga, Fana' 'an Sifat al-Makhluqin (sirna dari sifat-sifat makhluk) 

Level ini, menurut Prof Fahruddin adalah manusia yang membebaskan diri dari jeratan karakter manusia yang sifatnya duniawi. Seseorang tersebut sudah tidak ingin mendapat pujian, sudah tidak membutuhkan lagi kejayaan, dan sesuksesan, karena yang ada dipikirannya hanya Allah SWT semata.

Keempat, Fana' 'an Kull az-Zat (Sirna dari personalitas diri) 

Jika seseorang sudah melewati level-level di atas, maka seseorang akan menganggap bahwa dirinya juga tidak ada.

"Kamu ngomong apa sih pak aku itu, saya itu tidak penting sama sekali itu belum paling rendah, karena masih ada akunya, meskipun kamu anggap itu tidak penting. Sehingga yang lebih rendah dari itu adalah manusia itu sebenarnya tidak ada. Karena yang ada itu hanya Allah SWT," jelas Prof Fahruddin.

"Jadi tidak usah gaya-gaya, sejago-jagomu paling sekitar delapan puluh atau sembilan puluh sudah tinggal baunya saja. Wong awalnya memang tidak ada," tambah Prof Fahruddin.

Kelima, Fana' 'an Kull al-'Alam (Sirna dari segenap alam) Fana' 'an Kull Ma Siwallah (Sirna dari segala sesuatu selain Allah)

Prof Fahruddin menegaskan bahwa level yang paling tinggi adalah menganggap bukan hanya dirinya yang tidak ada, melainkan alam semesta pun sebenarnya tidak ada.

"Jangan-jangan ini semua mimpi. Kamu mimpi itu kan seolah-olah beneran, begitu bangun ya Allah mimpi, serius banget," pungkas Prof Fahruddin. []