Rahmah

Prof Abdul Mu'ti Jelaskan Revolusi Mental dalam Perspektif Al-Qur'an

Prof Abdul Mu'ti menjelaskan, revolusi mental dapat direkonstruksi secara teologis dari firman Allah SWT di dalam Al-Qur'an Surah ar-Ra'd ayat 11


Prof Abdul Mu'ti Jelaskan Revolusi Mental dalam Perspektif Al-Qur'an
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Abdul Mu'ti (Ngopibareng)

AKURAT.CO  Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Abdul Mu'ti mengatakan, revolusi mental ketika diterjemahkan ke dalam konteks gerakan berarti proses membangun mindset. Mindset di sini berarti pola pikir dan perilaku yang akan membentuk karakter atau kepribadian.

Hal tersebut disampaikannya dalam acara Podcast TV Show yang disiarkan melalui channel YouTube tvMu, Kamis (9/12/2021).

Menurut Prof Abdul Mu'ti, jika dikaitkan dengan ajaran Islam, revolusi mental dapat direkonstruksi secara teologis dari firman Allah SWT di dalam Al-Qur'an Surah ar-Ra'd ayat 11.

اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوۡمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوۡا مَا بِاَنۡفُسِهِمۡ‌ؕ وَاِذَاۤ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوۡمٍ سُوۡۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ‌ۚ وَمَا لَهُمۡ مِّنۡ دُوۡنِهٖ مِنۡ وَّالٍ

Innal laaha laa yughaiyiru maa biqawmin hattaa yughaiyiruu maa bianfusihim; wa izaaa araadal laahu biqawmin suuu'an falaa maradda lah; wa maa lahum min duunihiiminw waal.

Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia".

Prof Abdul Mu'ti menjelaskan, kata-kata anfus memiliki akar kata yang sama dengan nafasa yang memiliki empat pengertian.

Pertama, nafsun yang berarti kehidupan.

"Makannya kalau orang hidup itu bernafas," ujar Prof Abdul Mu'ti.

Kedua, nafsun yang berarti individu.

"Makanya kalau ada orang yang individualis, disebut dengan nafsi-nafsi atau sendiri-sendiri," tutur Prof Abdul Mu'ti.

Ketiga, nafsun yang diartikan sebagai satu kondisi sikologis yang dimiliki oleh seseorang, sehingga di dalam khazanah ke-Islaman disebut dengan ilmun nafs atau ilmu tentang jiwa.

Keempat, nafsun adalah dorongan untuk orang melakukan sesuatu.

"Makanya ada nafsu makan, nafsu amarah, tetapi juga ada nafsu mutmainah atau nafsu dorongan," ucap Prof Abdul Mu'ti.

"Oleh karena itu, jika dikaitkan dengan ayat di atas, bangsa Indonesia akan maju ketika mentalitas masyarakatnya baik," tambah Prof Abdul Mu'ti.

Prof Abdul Mu'ti juga menjelaskan bagaimana seseorang dapat meraih mindset berkembang yaitu dengan cara menerapkan dua strategi.

Pertama, strategi struktural, yaitu membangun revolusi mental melalui berbagai kebijakan negara dalam bentuk Undang-undang, Peraturan Pemerintah dan lainnya.

Kedua, strategi kultural, yaitu melakukan perubahan sosial dengan merubah individu dengan cara merubah pola pikirnya. []