News

Produsen Bir Australia Temukan Cara Baru Tekan Emisi Karbon, Umpankan Karbon Dioksida ke Alga

Produsen Bir Australia Temukan Cara Baru Tekan Emisi Karbon, Umpankan Karbon Dioksida ke Alga


Produsen Bir Australia Temukan Cara Baru Tekan Emisi Karbon, Umpankan Karbon Dioksida ke Alga
Pendiri tempat pembuatan bir Young Henrys, Oscar McMahon (kiri) dan Richard Adamson (kanan), menuangkan bir dari tangki fermentasi mereka di tempat pembuatan bir di Sydney, Australia pada 9 November 2021. (REUTERS/Cordelia Hsu)

AKURAT.CO, Produsen bir Australia menemukan cara baru turut berkontribusi melawan perubahan iklim. Yakni menangkap karbon dioksida yang dihasilkan dari proses fermentasi hop, dan memberikannya ke mikroalga (tanaman yang umumnya terdapat di pantai berkarang).

Hop adalah bunga tanaman Humulus lupulus yang selama ini dipakai sebagai perasa dan penstabil rasa bir, yakni menambah rasa pahit dan asam bir.

Menurut pemberitaan Reuters, para ahli berpendapat karbon yang dipancarkan oleh fermentasi hop untuk membuat enam bungkus bir bisa memakan waktu dua hari untuk diserap pohon. Untuk itu, para pendiri produsen bir Young Henrys di Sydney bekerja sama dengan para ilmuwan mendirikan dua "bioreaktor" yang diisi dengan triliunan organisme kecil alga.

Di dalam dua bioreaktor bervolume 400 liter, alga akan menyerap karbon kemudian mereproduksi dan mengubahnya menjadi oksigen. Setiap bioreaktor menghasilkan oksigen sebanyak dua hektare lahan semak, menurut Oscar McMahon, salah satu pendiri Young Henrys.

"Kita bisa saja merobohkan seluruh bangunan kami dan menanam pohon, tapi itu akan memakan waktu bertahun-tahun sebelum mereka (pepohonan) melakukan jumlah penyerapan karbon dan penciptaan oksigen yang sama seperti kedua bioreaktor itu," kata McMahon kepada Reuters.

"Sebagai solusi penyerapan karbon perkotaan dan penghasil oksigen, ini luar biasa."

Para ilmuwan University of Technology Sydney, yang bekerja sama dengan Young Henrys, juga telah bergabung dengan kelompok industri Meat & Livestock Australia untuk menyelidiki apakah alga dapat berperan mengimbangi emisi metana dari ternak Australia.

“Daripada kami menggali sesuatu, membuat produk dan kemudian membuangnya, kami mengedarkannya dan kami benar-benar akan menggunakan karbon kami secara efektif,” kata Profesor Peter Ralph, direktur eksekutif Cluster Perubahan Iklim di UTS. []