Lifestyle

Priyanka Chopra dan Nick Jonas Punya Anak Lewat Surrogate

Priyanka Chopra dan Nick Jonas telah memiliki anak, melalui surrogate. Apa itu surrogate?


Priyanka Chopra dan Nick Jonas Punya Anak Lewat Surrogate
Potret kebersamaan dari Priyanka Chopra dan Nick Jonas (Instagram/nickjonas)

AKURAT.CO Kabar bahagia datang dari pasangan aktris, Priyanka Chopra dan Nick Jonas, yakni mereka berdua telah memiliki anak.

Keduanya sama-sama mengumumkan kabar bahagia ini di akun Instagram masing-masing pada  Sabtu (22/1/2022), lewat sebuah foto yang berisikan tulisan pengumuman. 

Keduanya juga saling menyebut username pasangan, ditambah dengan emoticon hati.

baca juga:

Buat yang penasaran kok bisa mereka tiba-tiba punya anak, padahal penampilan badan Priyanka tidak seperti umumnya ibu hamil. 

Oleh karena itu, Priyanka  dan Nick memberikan penjelasan mengenai hal tersebut di foto yang mereka unggah. 

"Kami dengan sangat bahagia memberi konfirmasi kalau kami telah punya seorang bayi lewat surrogate. Kami dengan hormat meminta privasi selama masa istimewa selagi kami fokus dengan keluarga. Terima kasih banyak," tulis foto yang diunggah oleh Priyank dan Nick, pada Sabtu (22/01).

Seperti diketahui, surrogate atau ibu pengganti ini sudah banyak dilakukan di Amerika dan benua Eropa. Surrogate  biasanya jadi pilihan jika wanita ada masalah dengan kandungannya atau digunakan pasangan gay yang ingin punya anak.

Dilansir dari laman verywellfamily, sebetulnya penggunaan istilah surrogate kurang tepat. Istilah ini hanya pas jika perempuan yang akan mengandung itu memakai sel telurnya sendiri dan dibuahi sel sperma melalui proses inseminasi.

Sementara, praktik yang umum terjadi adalah pembuahan dilakukan melalui prosedur IVF (in vitro fertility). Embrio hasil pembuahan sel telur dan sel sperma dari orangtua kandung ditransfer ke dalam rahim ibu pengganti yang merupakan orang asing .

Sama seperti merencanakan kehamilan, menjadi seorang ibu pengganti juga butuh persiapan. Beberapa syarat yang perlu dipenuhi adalah:

  • Berusia 21-37 tahun
  • Tidak merokok atau menggunakan obat-obatan terlarang
  • Minimal telah menjalani satu kali kehamilan sehat dan mempunyai satu anak kandung
  • Tidak punya riwayat komplikasi kehamilan dan melahirkan
  • Memiliki berat badan normal
  • Sudah melalui pemeriksaan intensif dokter kandungan,
  • Jika mempunyai suami, suami harus menyetujui prosedur kehamilan pengganti ini

Ada banyak alasan mengapa orangtua kandung justru menginginkan ibu pengganti untuk mengandung buah hati mereka. Beberapa alasan yang bisa saja terjadi, antara lain:

  • Calon ibu yang telah menjalani prosedur pengangkatan rahim karena alasan medis
  • Kondisi medis tertentu yang bisa membahayakan ibu dan bayi jika perempuan itu mengandung
  • Kehamilan atau melahirkan sebelumnya mengalami komplikasi dan membahayakan keselamatan calon ibu dan bayi
  • Kegagalan proses implantasi IVF berulang
  • Keguguran berulang yang tidak bisa tertangani

Kamu tertarik untuk mencari atau menjadi ibu pengganti? Akan tetapi. Undang-Undang No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan pada pasal 27 menyebutkan, upaya kehamilan di luar cara alamiah hanya boleh dilakukan pasangan suami istri sah.

Hasil pembuahan sperma dan sel telur dari suami istri bersangkutan hanya boleh ditanamkan pada rahim sang istri dengan prosedur yang dilakukan tenaga medis dan fasilitas memadai. Inilah yang kita kenal dengan proses bayi tabung. Jadi praktik ibu pengganti ini tidak bisa dilakukan di Indonesia.