News

Prihatin pada Agresi Israel terhadap Palestina, NU Rilis Pernyataan Sikap

Nahdlatul Ulama merilis pernyataan sikap pada Senin (17/5) untuk mendorong upaya perdamaian di Timur Tengah


Prihatin pada Agresi Israel terhadap Palestina, NU Rilis Pernyataan Sikap
Satu keluarga Palestina terlunta-lunta di depan rumah mereka yang hancur oleh serangan udara Israel di Kota Gaza pada Senin (17/5). (Foto: Associated Press)

AKURAT.CO, Agresi terbaru Israel terhadap Palestina belum juga mereda setelah memasuki pekan kedua. Berlanjutnya pertempuran ini pun semakin memperparah krisis kemanusiaan dengan banyaknya nyawa warga sipil yang melayang, termasuk wanita dan anak-anak. Tak pelak, situasi ini mengundang reaksi dari berbagai pihak di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Nahdlatul Ulama (NU) termasuk salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia yang tak mau tinggal diam menyaksikan nestapa ini. Pada Senin (17/5), mereka merilis pernyataan resmi guna mendorong perdamaian di Timur Tengah. Ada 5 poin yang disampaikan dalam pernyataan tersebut.

Pertama, NU mengutuk dan mengecam keras agresi militer Israel yang telah memporak-porandakan Palestina dan merenggut nyawa warga sipil yang tak berdosa.

"Hentikan segera agresi militer yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina. Ini merupakan tragedi kemanusiaan yang tak bisa dibiarkan dan ditolerir," bunyi pernyataan tersebut yang diunggah melalui Twitter.

Associated Press

Kedua, NU mendorong upaya gencatan senjata dari kedua belah pihak agar bantuan kemanusiaan bisa masuk dan kondisi Palestina pulih seperti sedia kala. Ketiga, organisasi ini mendesak PBB dan komunitas internasional agar segera bertindak cepat untuk menyepakati gencatan senjata.

"Ini sebagai bagian dari tanggung jawab komunitas internasional dalam menyikapi konflik yang mencederai kemanusiaan," tulisnya.

Keempat, NU mendorong pemerintah Indonesia untuk menggalang dukungan dan mengambil upaya penting dalam mewujudkan kedaulatan Palestina, sekaligus mengakhiri konflik kemanusiaan yang terjadi, sehingga tercipta perdamaian dan keamanan dunia. Kelima, NU menyatakan dukungan atas kemerdekaan dan kedaulatan Palestina sebagai sebuah bangsa yang merdeka. Dukungan tersebut telah ditegaskan sejak Muktamar ke-13 NU di Menes, Banten, tahun 1938.

"Maka untuk itu, kami terus teguh pendirian untuk menyampaikan pandangan dan sikap bahwa bagi kami Palestina adalah bangsa yang berdaulat. Kami juga mendorong seluruh pihak untuk melakukan dialog agar kekerasan tak terjadi lagi dalam upaya penegakan kedaulatan Palestina," sambungnya.

NU juga mengajak masyarakat agar berbuat semaksimal mungkin demi menjaga solidaritas sesama Muslim, demi terhapusnya penjajahan di muka bumi, dan demi tegaknya HAM yang menjunjung prinsip kemerdekaan dan kedaulatan.

Agresi terbaru ini meletus setelah ketegangan meningkat selama berminggu-minggu antara Israel dan Palestina di Yerusalem Timur yang diduduki. Ketegangan ini bermula dari penggusuran di wilayah Sheikh Jarrah. Puncaknya, terjadi bentrokan di masjid Al-Aqsa. Kemudian, Hamas yang mengendalikan Gaza mulai menembakkan roket setelah memperingatkan Israel agar mundur dari situs tersebut. Serangan Hamas pun memancing serangan udara balasan oleh Israel.

Israel sendiri telah menggempur Jalur Gaza melalui serangan udara sejak 10 Mei. Akibatnya, sedikitnya 197 orang tewas, termasuk 34 wanita dan 58 anak, menurut laporan Anadolu Agency pada Senin (17/5). Sementara itu, 1.235 orang lainnya luka-luka.[]

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co