Lifestyle

Pria Jangan Terlalu Bringas! Ini 3 Posisi Seks yang Rentan Bikin Penis Patah

Saat penis ereksi, satu atau kedua sisi corpus cavernosa bisa patah. Inilah yang disebut fraktur penis. Kondisi ini lebih sering terjadi pada seks normal.


Pria Jangan Terlalu Bringas! Ini 3 Posisi Seks yang Rentan Bikin Penis Patah
Ilustrasi - patah atau fraktur penis (UNSPLASH/deonblack)

AKURAT.CO, Ereksi itu rumit. Tidak peduli seberapa hebat kamu di tempat tidur, penis bisa patah, atau yang secara medis disebut penile fractures ( fraktur penis).

Secara teknis, penis sebenarnya tidak bisa patah karena tak memiliki tulang. Penis memiliki area jaringan seperti spons yang disebut corpus cavernosa. Pada saat ereksi, aliran darah ke penis meningkat dan terkonsentrasi di corpus cavernosa.

"Penis pada dasarnya adalah tabung pembuluh darah seperti spons, atau corpora cavernosa, terbungkus dalam lapisan yang sangat tahan lama, hampir seperti karet,” Paul R. Shin, M.D., ahli urologi di Shady Grove Fertility di Washington, D.C., dikutip AKURAT.CO pada Senin, (11/10/2021). 

Saat penis ereksi, satu atau kedua sisi corpus cavernosa bisa patah. Inilah yang disebut sebagai fraktur penis. Umumnya, kondisi ini disebabkan oleh  kekuatan tumpul dan cepat ke penis yang ereksi saat melakukan hubungan seks, atau masturbasi agresif.

"Ereksi akan langsung hilang, kamu akan mendengar suara letupan, dan akan ada banyak memar dan bengkak," kata Paul R. Shin, M.D., seorang ahli urologi di Shady Grove Fertility di Washington, D.C. 

Yang menarik, fraktur penis ternyata sering terjadi pada posisi seks yang normal. Dalam sebuah studi baru berjudul The Relationship Between Sexual Positions and The Severity of Penile Fractures, yang ditampilkan dalam International Journal of Impotence Research, para spesialis menemukan tiga posisi seks yang rentan dengan patah tulang penis.

Penelitian ini menemukan bahwa doggy style adalah yang paling berbahaya, dengan 41 persen kasus fraktur penis. Di urutan kedua adalah misionaris, dengan pria di atas, menyebabkan 25 persen fraktur penis, diikuti, di tempat ketiga, ada women on top

Para peneliti juga mencatat bahwa doggy style dan misionaris dapat menyebabkan fraktur penis yang sama seriusnya. Sementara "kerusakan" yang disebabkan oleh posisi women on top tidak terlalu parah.

“Kami tidak melihat perbedaan antara keparahan fraktur penis antara doggy style dan misionaris, tetapi doggy style memiliki tingkat keparahan fraktur penis yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan women on top," demikian isi penelitian tersebut. 

Selain hubungan seksual, fraktur penis juga bisa terjadi karena:

  • Berguling di tempat tidur saat penis ereksi.
  • Memukul penis yang ereksi pada sesuatu yang keras.
  • Jatuh ke arah depan saat penis ereksi.

Gejala patah penis meliputi:

  • Pendarahan dari penis.
  • Mengalami memar berwarna gelap pada penis.
  • Mengalami kesulitan buang air kecil.
  • Mendengar suara retak atau pecah.
  • Kehilangan ereksi secara tiba-tiba.
  • Rasa sakit yang bervariasi dari minimal hingga parah.

Jika kamu merasakan sakit setelah berhubungan seks, segera konsultasi dengan dokter.[]