News

Pria Lebanon Penyandera Staf Bank Dipuji Sebagai Pahlawan, Kok Bisa?

Orang-orang di sana hanya dapat menarik uang secukupnya, seperti untuk memenuhi kebutuhan dasar.


Pria Lebanon Penyandera Staf Bank Dipuji Sebagai Pahlawan, Kok Bisa?
Sebuah file foto menunjukkan Hussein terlihat melalui pintu Bank Federal Lebanon di Hamra, Lebanon, 11 Agustus 2022. (Reuters)

AKURAT.CO Seorang pria Lebanon dipuji sebagai pahlawan meski telah menyandera pegawai bank untuk memberikan uang tabungannya. Kisah pria itu mulai viral minggu lalu, di tengah krisis keuangan Lebanon yang menghancurkan rakyatnya. Dilaporkan bahwa di masa krisis ini, bank-bank di Lebanon menetapkan aturan ketat tentang berapa banyak uang yang dapat diakses nasabahnya.

Di tengah krisis itulah, seorang pria Beirut bernama Bassam al-Sheikh Hussein melakukan aksi nekatnya. Ia pun dinobatkan oleh publik sebagai pahlawan setelah menerobos cabang Bank Federal di distrik Hamra di ibu kota. Berbekal senapan, pria 41 tahun itu menyandera para staf dan memaksa mereka untuk memberikan tabungannya sendiri. 

Menurut AFP, dalam aksinya itu, Hussein juga sempat menuangkan bensin, dengan harapan agar manajemen bank mencairkan tabungannya untuk tagihan medis sang ayah. 

baca juga:

Setidaknya selama tujuh jam Hussein mengisolasi bank dan melakukan penyanderaan. Kebuntuan pun berakhir dengan damai setelah Hussein diizinkan untuk menarik USD 35ribu (Rp520juta) dari USD 210ribu (Rp3 milyar) di rekening banknya.

Tindakan Hussein itu dengan segera mendapat dukungan publik, dengan sorak-sorai terdengar dari kerumuman warga di luar bank. Teriakan-teriakan 'Anda adalah pahlawan' segera menggema untuk Hussein.

Di Lebanon, Pria Penyandera Staf Bank Dipuji Sebagai Pahlawan - Foto 1
 Situasi penyanderaan memicu dukungan dari massa yang berkumpul di luar bank-Reuters

Diketahui pada tahun 2019, nilai mata uang Lebanon anjlok dan inflasi melompat ke rekor tertingginya. Merespons situasi itu, pemerintah segera menerapkan pembatasan perbankan yang dirancang untuk mencegah warganya menarik uang dalam jumlah besar. 

Alhasil, orang-orang di sana hanya dapat menarik uang secukupnya, seperti untuk memenuhi kebutuhan dasar. Hal ini terpaksa dilakukan meski mereka memiliki tabungan yang cukup besar di rekening bank mereka.

Menurut outlet berita lokal, Hussein memasuki bank Beirut pada 11 Agustus dengan bersenjatakan senapan. Sebagian besar nasabah lain berhasil kabur sebelum dia menutup pintu. Namun, enam anggota staf bak dan satu pelanggan lain tidak sempat melarikan diri, dan akhirnya terjebak, dan disandera oleh Hussein. 

Dua tembakan dilaporkan terjadi, dan pria itu pada satu titik mengancam akan membakar dirinya sendiri jika tuntutannya tidak dipenuhi. Selama waktu penyanderaan, Hussein mondar-mandir di dalam bank, dan dia terdengar berteriak 'mereka semua pembohong!'