News

Pria di Sleman Tak Percaya COVID-19 Alami Kritis hingga Diduga Tularkan ke Puluhan Warga

Pria di Sleman Tak Percaya COVID-19 Alami Kritis


Pria di Sleman Tak Percaya COVID-19 Alami Kritis hingga Diduga Tularkan ke Puluhan Warga
Ilustrasi corona (Pixabay/PIRO4D)

AKURAT.CO, Tak kurang dari 43 orang penduduk Perumahan Gajah Mada Asri, Donokerto, Turi, Sleman, DIY, dinyatakan positif terpapar Virus Corona. Penularan diduga berasal dari aktivitas salah seorang warga setempat yang tak memercayai  adanya COVID-19.

"Sampai saat ini kita sudah beberapa (pasien) yang kita kirim ke shelter karena ada yang bergejala. Harapannya nanti sudah bisa terkendali kembali," kata Lurah Donokerto R Waluyo Jati saat dihubungi, Selasa (3/8/2021).

Jati menyebut rangkaian kasus ini diketahui tak lama sesudah Hari Raya Idul Adha bulan lalu. Saat itu sejumlah warga terlibat dalam kegiatan penyembelihan hewan kurban.

Tanpa disadari, salah seorang dari warga tersebut ada yang berstatus positif terkonfirmasi COVID-19. Persoalannya, warga tersebut tak bersikap jujur atau terbuka kepada masyarakat lainnya soal dirinya tengah menjalani isolasi mandiri.

"Sudah positif tapi memang tidak merasa positif yang repot, juga tidak enak badan," beber Jati.

Selain tak jujur, warga tersebut ternyata juga tidak memercayai adanya COVID-19. Kata Jati, pria berusia 52 tahun itu seringkali abai penerapan protokol kesehatan.

"Iya memang (tak percaya COVID-19). Di lingkungan dia memang kurang srawung (bersosialisasi) dan kurang mengikuti berita," sebutnya.

Jati melanjutkan, warga tersebut akhirnya mengalami pemburukan kondisi kesehatan. Dia sempat dilarikan ke rumah sakit karena kritis.

"Alhamdulillah sudah berangsur membaik. Kalau sekarang otomatis sudah percaya (COVID-19) yang bersangkutan," ucap Jati.

"Jadi sebenarnya yang membuat biang keladinya (penyebaran COVID-19) bukan karena Idul Adha, tapi perilaku tak jujur itu tadi," sambungnya menegaskan.

Sementara tambahan 42 kasus diperoleh melalui hasil tracing warga tadi berdasarkan riwayat kontak eratnya. Di mana 35 orang ikut dalam kegiatan penyembelihan hewan kurban dan beberapa lainnya adalah anggota keluarga yang bersangkutan.

"Dan hari ini ada penambahan 7 kasus, jadi total semua ada 43 kasus sama yang pertama," papar Jati.

Di saat para pasien telah dievakuasi ke sejumlah shelter, pihak pengurus lingkungan memutuskan untuk memberlakukan karantina wilayah di Perumahan Gajah Mada Asri. Jati tak merinci hingga kapan pembatasan akses berlangsung.

Bercermin dari kejadian ini, pihaknya berkomitmen untuk terus mengedukasi warganya. Harapannya, tak ada lagi peristiwa penularan akibat kelalaian maupun ketidakpercayaan akan COVID-19.

"Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga buat warga kita," pungkasnya. []