News

Pria Bersenjata Ditangkap Usai Tembak dan Sandera Petugas Medis di Jepang

Pria Bersenjata Ditangkap Usai Tembak dan Sandera Petugas Medis di Jepang


Pria Bersenjata Ditangkap Usai Tembak dan Sandera Petugas Medis di Jepang
Kejahatan disertai kekerasan jarang terjadi di Jepang, di mana kepemilikan senjata dikontrol dengan ketat. (NDTV)

AKURAT.CO, Seorang pria Jepang telah ditangkap karena percobaan pembunuhan terhadap seorang dokter yang disanderanya pada Kamis (27/1) malam waktu setempat. 

Seperti dilaporkan media setempat pada Jumat (28/1), tersangka juga sempat menembak seorang perawat saat mengurung dokter tersebut. Dikatakan dokter itu dalam kondisi terluka parah, dan ada kekhawatiran bahwa ia meninggal.

Laporan soal insiden penembakan ikut dirinci oleh penyiar publik NHK, menyebut bahwa dokter yang jadi korban berusia 44 tahun. Ketika dibawa ke rumah sakit, dokter itu dilaporkan mengalami 'henti jantung', sebuah istilah yang sering digunakan di Jepang sebelum konfirmasi kematian.

baca juga:

Menurut kantor beirta Jiji, saat ditemukan, dokter itu sudah tertembak dua kali. Namun, dikatakan bahwa dokter itu masih dalam kondisi sadar saat berada di luar rumah. Ia dilarikan rumah sakit sesaat setelah suara tembakan terdengar sekitar pukul 9.00 malam waktu setempat.

Hingga kini, belum ada kejelasan soal motif penembakan. Namun, dilaporkan bahwa kasus bermula ketika dokter tersebut melakukan kunjungan belasungkawa ke rumah tersangka. Di sana, dokter itu datang bersama dengan seorang perawat dan pengasuh, dan bermaksud memberi penghormatan kepada anggota keluarga pelaku yang telah meninggal.

Hingga pada Kamis malam, pelaku dilaporkan memegang senjata dan menyandera dokter tersebut di Fujimino, sebuah kota dekat Tokyo.

Pengasuh, yang berusia 30 tahunan, bergegas ke kantor polisi setelah disemprot merica selama insiden tersebut.

Sementara itu, perawat yang berusia 40 tahunan, telah sadar dan dirawat di rumah sakit.

Ketika dihubungi AFP, polisi menolak untuk mengonfirmasi penangkapan itu. Mereka hanya mengatakan bahwa tersangka adalah seorang pria berusia antara 50-70 tahun.

Juga dilaporkan bahwa polisi sempat berbicara sepanjang malam dengan pelaku melalui telepon. Dalam negosiasi itu, petugas mencoba meyakinkan pria itu  untuk membebaskan sandera.

Kejahatan senjata api jarang terjadi di Jepang, di mana kepemilikan senjata api dikontrol dengan ketat. []