Olahraga

Presiden World Athletics tak Persoalkan Inovasi Duri di Sepatu Nike

Duri (spike) di sepatu produksi Nike dianggap menciptakan ketidakadilan dengan sejumlah rekor dunia oleh atlet penggunanya tahun lalu.


Presiden World Athletics tak Persoalkan Inovasi Duri di Sepatu Nike
Pelari asal Uganda, Joshua Chiptegei, saat memecahkan rekor dunia 10.000 meter menggunakan sepatu Nike dengan duri (spike) di Valencia, Spanyol, Oktober 2020. (THE GUARDIAN/Jose Jordan)

AKURAT.CO, Presiden Federasi Atletik Internasional (World Athletics), Sebastian Coe, mengaku tidak mempersoalkan anggapan yang menyebut bahwa desain sepatu lari Nike yang menggunakan tambahan duri karet (spike) di bagian telapak memberikan keuntungan yang membuat kompetisi menjadi tidak adil.

“Saya tidak ada di sini untuk takut terhadap hal tersebut,” kata Coe sebagaimana dipetik dari The Guardian.

Anggapan ini muncul setelah beberapa atlet memecahkan rekor dunia di Valencia, Spanyol, Oktober tahun lalu, dengan memakai sepatu Nike tersebut. Di antaranya adalah pelari Uganda, Joshua Cheptegei, yang memecahkan rekor dunia lari 10.000 meter putra dan atlet asal Etiopia, Letesenbet Gidey, dengan rekor dunia 5.000 meter putri.

Sebulan sebelumnya di Brussel, Belgia, juara olimpiade asal Inggris, Mo Farah, dan atlet Belanda kelahiran Ethiopia, Sifan Hassan, juga memecahkan rekor dunia. Keduanya adalah pengguna sepatu spike keluaran Nike. Situasi ini mengingatkan dominasi Nike pada periode 2016-2019 yang sulit dikejar oleh produsen lainnya.

Coe justru menganggap keunggulan Nike sebagai persaingan yang wajar antar produsen. Karena sebelumnya produsen seperti Adidas pernah mendominasi kejuaraan dengan atlet-atlet yang menggunakan produk mereka.

“Saya ingat periode pertengahan 2000-an ketika Adidas adalah rajanya podium, terutama untuk jarak jauh,” kata Coe.

“Jadi, hal-hal seperti ini ada siklusnya. Dan ada dinamika yang patut disyukuri di mana perusahaan sepatu menginvestasikan banyak uang untuk penelitian dan mengembangkan sepatu-sepatu. Saya senang mereka melakukan hal tersebut.”

Tahun lalu, World Athletics mengeluarkan aturan baru untuk duri sepatu trek di mana lempengan sol tidak boleh lebih dari 30 milimeter. Coe juga mengatakan bahwa organisasinya tetap memiliki mekanisme untuk meninjau kembali teknologi-teknologi tersebut jika dianggap menciptakan ketidakadilan.

“Saat ini saya sangat kalem soal ini. Dan keseimbangan penilaian di sini selalu–dan saya kira ini juga insting pribadi saya–bahwa kita tidak seharusnya masuk dalam urusan untuk mematikan inovasi,” kata Coe.

Selain dalam posisinya sebagai Presiden World Athletics, pernyataan Coe tentang inovasi sepatu juga didasarkan pada pengalamannya sebagai atlet. Coe merupakan pelari Inggris peraih medali emas lari 1.500 meter Olimpiade Moskow 1980 dan Los Angeles 1984.[]