News

Presiden Uganda Minta Maaf Usai Anaknya Bikin Cuitan Aneksasi Kenya

Presiden Uganda Minta Maaf Usai Anaknya Bikin Cuitan Aneksasi Kenya
Putra Presiden Kenya, Jenderal Muhoozi Kainerugaba telah melepaskan badai politik dengan tweet-nya (AFP)

AKURAT.CO Presiden Uganda Yoweri Museveni telah meminta 'pengampunan' kepada warga Kenya setelah putranya, yang seorang perwira militer senior, mencuit soal upaya aneksasi Kenya.

Permintaan maaf itu datang hanya sehari setelah dia memecat anaknya, Muhoozi Kainerugaba sebagai komandan pasukan angkatan darat. Namun, ia kemudian melunakkan pukulannya, menaikkan pangkat putranya menjadi jenderal, dan mempertahankannya sebagai penasihat.

"Saya meminta saudara dan saudari Kenya untuk memaafkan kami atas tweet yang diunggah oleh Jenderal Muhoozi.

baca juga:

"Saya tahu pasti bahwa Jenderal Muhoozi adalah seorang Pan-Afrika yang bersemangat. Namun, metode yang benar untuk Pan-Afrika adalah interaksi rahasia atau menggunakan (forum) yang tersedia," kata Museveni dalam pernyataan pada Rabu, sebagaimana dikutip Al Jazeera.

Museveni yang berusia 78 tahun, memerintah Uganda sejak tahun 1986. Oposisi dan analis Uganda telah lama percaya bahwa Museveni tengah mempersiapkan putranya untuk mengambil alih kekuasaan ketika dia pensiun.

Muhoozi pun kini makin menembus arena politik, dengan para pengkritik mengatakan bahwa langkahnya telah melanggar kode disiplin militer. Dan akhirnya, intervensi terbarunya sukses membuat kehebohan tersendiri. 

Pada Senin (3/10), jenderal itu mengirimkan serangkaian tweet terkait Kenya, tetangga Uganda. Beberapa dari cuitannya, menurut BBC, berbau serius, sedangkan yang lain terlihat candaan. 

Dalam salah satu cuitan, Muhoozi mengatakan bahwa dia telah berbicara dengan mantan Presiden Kenya Uhuru Kenyatta. Muhoozi kemudian menyatakan penyesalannya karena Kenyatta mengundurkan diri pada akhir masa jabatannya pada Agustus.

"Satu-satunya masalah saya dengan kakak laki-laki tercinta saya adalah dia tidak mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga. Kami akan menang dengan mudah!" kata jenderal tersebut.

Dalam tweet selanjutnya kepada lebih dari 600 ribu pengikutnya, Muhoozi mulai berkata tentang upaya invasi atas Kenya.

"Kami, tentara dan saya, tidak akan membutuhkan waktu 2 minggu untuk merebut (ibu kota Kenya) Nairobi," tulisnya.

Tak ayal, cuitan Muhoozi menciptakan gelombang kegemparan di Twitter. Orang-orang menuduhnya telah melakukan tindakan 'sembrono', membahayakan hubungan antara negara-negara tetangga.

Namun, saat menanggapi itu, Muhoozi justru mendesak warga Kenya untuk 'bersantai'.

"Saya tidak akan pernah memukuli tentara Kenya karena ayah saya mengatakan kepada saya untuk tidak pernah mencobanya! Jadi orang-orang kami di Kenya harus santai!" cuit Muhoozi, yang berusia 48 tahun.

Pemerintah Kenya belum memberi komentar. Sementara kementerian luar negeri Uganda bergegas mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bawa negaranya menghargai 'hubungan bilateral yang kuat dengan saudara tetangga'.

Heboh, Anak Presiden Uganda Umumkan Aneksasi Kenya, Sang Ayah Akhirnya Minta Maaf - Foto 1
 Presiden Yoweri Museveni dari Uganda-Mike Hutchings/Reuters

Dalam upaya terbaru untuk mengendalikan apa yang sudah 'rusak', Presiden Museveni juga langsung berbicara dengan Presiden Kenya William Ruto. Kepada pemimpin Kenya itu, Museveni mengatakan 'sangat menyesal' tentang cuitan yang dibuat putranya.

"Saya meminta saudara dan saudari Kenya untuk memaafkan kami atas tweet yang dikirim oleh Jenderal Muhoozi, mantan Komandan Angkatan Darat di sini, mengenai masalah pemilihan di negara besar itu.

"Tidak benar pejabat publik, baik sipil atau militer, berkomentar atau ikut campur dengan cara apa pun, dalam urusan internal negara saudara," kata Museveni pada Rabu.

Presiden Uganda itu menambahkan bahwa terlepas dari 'kesalahan' putranya, dia telah mempromosikannya ke pangkat jenderal penuh. Museveni berdalih bahwa putranya itu masih bisa membuat 'banyak kontribusi positif'.

Bagaimanapun, cuitan Muhoozi yang bermasalah bukan hal yang pertama terjadi. Sang putra presiden sudah dikenal karena tweet-tweet yang kontroversial. Di antaranya termasuk bagaimana ia menyatakan dukungannya atas invasi Rusia ke Ukraina hingga dukungan pada pemberontak Tigrayan melawan pemerintah Ethiopia.

Muhoozi juga pernah membuat tweet bahwa dia akan memberikan 100 ternak, yang tampaknya sebagai mahar, untuk Perdana Menteri sayap kanan Italia, Giorgia Meloni. 

"Saya tahu orang Eropa memberi bunga kepada gadis yang mereka suka. (Tapi) Saya tidak pernah memahaminya. Dalam budaya kami, Anda memberi seorang gadis yang disukai (hadiah) seperti sapi," kata Muhoozi, yang berniat memberi sapi kepada Meloni saat ia datang ke Uganda. Muhoozi telah menganggap pemimpin Italia itu sebagai sosok yang 'berani dan benar'.[]