Olahraga

Presiden Olimpiade Tokyo Mundur Setelah Utarakan Pendapat Seksis

Mori mendapat kecaman keras atas penyataan seksis-nya yang menyebut wanita terlalu banyak bicara dalam rapat.


Presiden Olimpiade Tokyo Mundur Setelah Utarakan Pendapat Seksis
Presiden Olimpiade dan Paralimpiae Tokyo, Yoshiro Mori berbicara kepada media setelah konferensi video mereka dengan presiden IOC Thomas Bach, di markas TOGOC di Tokyo pada 28 Januari 2021. (GETTY IMAGES/Yakashi Aoyama)

AKURAT.CO, Kepala penyelenggara Olimpiade Tokyo, Yoshiro Mori mengatakan kepada stasiun Televisi Nippon, bahwa dia akan mengumumkan pengunduran dirinya pada hari Jumat (12/2) waktu setempat.

Hal itu dilakukan Mori setelah mendapat kecaman keras atas penyataan seksis-nya yang menyebut wanita terlalu banyak bicara dalam rapat.

"Jika kami menambah jumlah anggota dewan perempuan, kami harus memastikan waktu mereka bicara agar dibatasi, mereka kesulitan untuk menyelesaikan, yang menyebalkan," kata Mori dikutip laman Asahi.

"Kami memiliki sekitar tujuh wanita di panitia penyelenggara, tetapi semua orang memahami tempatnya."

Mori yang menjabat sebagai perdana menteri Jepang dari 2000-2001, meminta maaf sehari setelah berita itu tersiar pada 3 Februari, tetapi mengatakan bahwa dia tidak mempertimbangkan untuk mengundurkan diri.

Namun, dia menghadapi reaksi keras baik di Jepang maupun dunia internasional. Komite Olimpiade Internasional (IOC) awalnya menerima permintaan maaf Mori, tetapi mengeluarkan pernyataan bahwa ucapannya "benar-benar tidak pantas".

Yuriko Koike, Gubernur Tokyo, mengatakan pada 10 Februari bahwa dia akan melewatkan pertemuan dengan presiden IOC Thomas Bach, Mori dan lainnya minggu depan.

Kecaman juga tidak datang dari para politisi di negara tersebut. Salah satu atlet kelahiran Jepan, Naomi Osaka bahkan mengatakan penyataan Mori itu sangat kurang informasi dan terkesan cuesk.

Karena hal tersebut, setidaknya 500 sukarelawan Olimpiade mundur, termasuk tiga pelari estafet obor Olimpiade. Sebuah petisi yang mengkritik komentarnya bahkan menerima hampir 150.000 tanda tangan.