News

Presiden Jokowi Tidak Antikritik, Ini Buktinya

Nurkhasanah menilai bahwa sikap Moeldoko temui pendemo mencerminkan kepemerintahan Presiden Joko Widodo tidak antikritik. 


Presiden Jokowi Tidak Antikritik, Ini Buktinya
Presiden Jokowi (Dok. Akurat)

AKURAT.CO, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko mendatangi langsung demonstrasi mahasiswa yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di sekitar Bundaran Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (21/10/2021). 

Menyoroti itu, Ketua Aliansi Mahasiswa dan Milenial Indonesia (AMMI) Nurkhasanah menilai bahwa sikap Moeldoko mencerminkan kepemerintahan Presiden Joko Widodo tidak antikritik. 

“Bagaimana mungkin wakil sebuah pemerintahan yang anti-kritik mau mendatangi demonstrasi mahasiswa dengan berjalan kaki, membuka ruang dialog, bahkan menyatakan salut atas kritisisme yang mahasiswa jalankan?” ujar Nurkhasanah dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/10/2021).  

Nurkhasanah menyebut, kritik melalui demonstrasi merupakan bagian dari kebebasan warga negara dalam mengeluarkan pendapat, kemerdekaan pikiran, dan hati nurani sebagaimana diatur dalam UUD 1945 Pasal 28E ayat (3) dan Pasal 28I ayat (1). 

Dengan demikian, sikap Moeldoko untuk memfasilitasi hak konstitusional tersebut dengan mengajak mahasiswa berdialog, menunjukkan bahwa kepemimpinan Presiden Jokowi menjamin kebebasan akademik dan kebebasan berpendapat para mahasiswa. 

“Terlebih, memang peran mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change), kontrol sosial (social control), dan penjaga moral (moral force), sehingga mereka memiliki kewajiban moral untuk melakukan kritik terhadap pemerintah,” kata Nurkhasanah. 

Terkait demonstrasi BEM SI, AMMI juga memiliki sikap dan keyakinan sendiri. Menurut Nurkhasanah, AMMI tetap memegang keyakinan bahwa mahasiswa merupakan elemen masyarakat dari insan akademis (civitas academica) yang memiliki kontribusi penting untuk terus memperbaiki perkembangan demokrasi.  Dalam sejarah bangsa, hal itu sukar dinafikan atau dibantah. 

“Di sisi lain, AMMI melihat demo mahasiswa juga sebagai tolak ukur atau alat penera apakah sebuah sistem demokrasi tengah berjalan lancar atau agak tersumbat. Tersumbat itu biasa, dengan banyak faktor yang terjadi di antara alemen-elemen demokrasi yang ada," ujarnya.

"Jadi, kalau ada demo mahasiswa, sebaiknya kita melihatnya sebagai tengara bahwa mahasiswa tengah menjalankan perannya untuk mengingatkan elemen-elemen demokrasi lain yang lebih resmi, sehingga mereka kembali menunjukkan kinerja terbaik mereka dalam perannya menjunjung dan menjalankan system demokrasi kita yang telah kita sepakati, yakni Demokrasi Pancasila,” imbuhnya.[]