News

Presiden Jokowi Dipuji Beri Penghargaan Besar Kepada Santri

Forum Komunikasi Santri Indonesia (FKSI) menilai pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki perhatian tinggi terhadap santri


Presiden Jokowi Dipuji Beri Penghargaan Besar Kepada Santri
Ketua Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Santri Indonesia (DPP FKSI), M Natsir Shahib menjadi pembicara dalam acara peringatan Hari Santri (23/10/2021). (YouTube/NU Chanel)

AKURAT.CO, Ketua Dewan Pimpinan Pusat FKSI, M Natsir Shahib menyebut setidaknya ada tuga hal yang sudah dilakukan pemerintah terhadap santri. Pertama, penetapan Hari Santri oleh Presiden Jokowi pada 2015.

"Ini (penetapan Hari Santri) adalah hadiah terbesar oleh Presiden Joko Widodo kepada kita (santri)," ujar Natsir seperti dikutip dari YouTube NU Channel, Sabtu (23/10/2021).

Kemudian, kata Natsir, Presiden Jokowi menjadikan pendidikan pesantren setara dengan lembaga pendidikan lainnya. Hal ini didorong dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 18 tahun 2019 tentang Lembaga Kependidikan Pesantren.

"Artinya sekarang santri dan pesantren itu setara dengan pendidikan lainnya," sebut Natsir.

Natsir juga menyinggung keputusan Presiden Jokowi yang mengatur dana abadi pesantren pada 2019. Menurut dia dana abadi pesantren juga merupakan hadiah besar karena pesantren akan mendapatkan fasilitas yang layak dari negara.

"Tiga hal ini adalah bentuk penghargaan pemerintah terhadap kita semua. Penghargaan ini harus kita syukuri dan sama-sama kita implementasikan," tambahnya.

Atas perhatian tersebut, dikatakan Natsir, sudah saatnya santri melakukan pembenahan dan perbaikan dengan paradigma baru salah satunya penguasaan terhadap teknologi.

"Maka saat ini santri wajib mempelajari hal-hal yang mengenai keterampilan agar ketika di dunia kerja santri-santri lebih memberikan kontribusi nyata terhadap bangsa, agama dan negara," tegas Natsir.

Natsir mengingatkan bahwa santri memiliki peran dan perlu terlibat dalam menyelesaikan setiap persoalan bangsa. Ia juga berharap para santri dapat berkontribusi menjadi bagian dari bonus demografi dengan ilmu dan akhlak yang baik.

"Dengan hadirnya kita para santri Indonesia dan milenial-milenial yang saat ini masih nyantri di pesantren itulah masa depan, karena santri bukan hanya bicara material-formal saja, tapi juga berbicara akhlaqul karimah, spiritual dan semangat Indonesia baru yang berakhlaquk karimah," pungkas Natsir.[]