News

Presiden Harus Buka Suara Kalau Istana Tidak Terlibat Kisruh Partai Demokrat

Presiden Joko Widodo diminta memecat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.


Presiden Harus Buka Suara Kalau Istana Tidak Terlibat Kisruh Partai Demokrat
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memberikan keterangan pers di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (3/2/2021).

AKURAT.CO, Presiden Joko Widodo diminta memecat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko untuk menunjukan bahwa Istana benar-benar tidak terlibat kisrus Partai Demokrat. 

Menurut Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga, tanpa tindakan nyata, tentu masyarakat akan mempersepsi keterlibatan Istana dalam mengantarkan Moeldoko menjadi ketum hasil Kongres Luar Biasa (KLB) yang ilegal. 

"Presiden Jokowi sudah saatnya mendepak Moeldoko dari KSP untuk menunjukkan bahwa Istana memang benar-benar tidak terlibat," kata Jamiluddin dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/3/2021). 

Selain itu, Jamiluddin mendesak agar Menteri Hukum dan HAM (MenkumHAM RI) Yasonna Laoly untuk taat aturan dengan melihat keabsahan KLM di Sibolangit berdasarkan UU Partai Politik dan AD/ART Partai Demokrat. 

"Kepentingan politik harus ditanggalkan. Hanya dengan cara itu, pemerintah benar-benar netral dalam menilai hasil KLB ilegal tersebut," terangnya. 

Jamiluddin menilai, keterlibatan eksternal begitu terang benderang dalam KLB semalam. Dengan demikian, alibi Pemerintah tidak ingin mencampuri urusan internal Partai Demokrat menjadi tidak masuk akal.

"KLB ilegal ini juga menjadi catatan hitam bagi perkembangan partai politik di Indonesia. Siapa saja akan bisa melaksanaka KLB untuk menggusur ketum yang tidak mereka sukai," tuturnya. 

Dia menuturkan, dalam jangka pendek dan panjang, praktik seperti itu bisa merusak tatanan demokrasi yang sudah dibangun dengan susah payah. Partai politik akan dengan mudah digoyang dengan alibi KLB, apalagi dengan dukungan kekuasaan. 

"Praktek seperti itu seharusnya hanya ada di negara otoriter. Indonesia yang sudah menganut demokrasi, harusnya praktik seperti itu sudah tidak ditemui lagi," pungkasnya.[]

baca juga:

Oktaviani

https://akurat.co

0 Comments

Leave a comment

Sorry, you mush first