Olahraga

Presiden Atletik Dunia Perkirakan Olimpiade Digelar tanpa Penonton

Sebastian Coe membuka kemungkinan Olimpiade Tokyo 2020 digelar secara tertutup.


Presiden Atletik Dunia Perkirakan Olimpiade Digelar tanpa Penonton
Presiden Atletik Sebastian Coe percaya nasib Olimpiade Tokyo 2020 akan segera ditentukan dalam waktu dekat. (REUTERS)

AKURAT.CO, Presiden Federasi Atletik Dunia (World Athletic), Sebastian Coe, memperkirakan Olimpiade Tokyo 2020 bakal digelar tanpa penonton. Perkiraan ini disampaikan Coe jika pesta olahraga terbesar di dunia itu tetap digelar sesuai jadwal pada 23 Agustus–8 Juli dan pandemi virus corona (COVID-19) tak jua mereda.

“Saya lebih suka ada penggemar, berisik, dan bergairah,” ucap Coe sebagaimana dipetik dari BBC. “Tetapi jika satu-satunya jalan kami bisa mengadakannya adalah secara tertutup, menurut saya semua orang akan menerimanya.”

Olimpiade Tokyo tahun ini adalah olimpiade tunda yang semestinya digelar tahun lalu namun digeser karena pandemi. Enam bulan menuju perhelatan tersebut situasi masih memicu keraguan sejumlah pihak bahwa Olimpiade Tokyo bisa digelar sebagaimana yang direncanakan.

Kemarin, media terkemuka Inggris, The Times, mengeluarkan laporan bahwa sumber dekat di Pemerintah Jepang mengatakan bahwa negeri tersebut telah membatalkan Olimpiade Tokyo namun belum mengumumkannya secara resmi ke publik.

Jepang langsung merespons kabar tersebut dengan menyatakan bahwa mereka masih bekerja untuk memastikan Olimpiade Tokyo berjalan mengikuti waktu yang sudah ditentukan.

Pemimpin Eksekutif Penyelenggara Olimpiade Tokyo, Toshiro Muto, menyatakan bahwa keberadaan vaksin COVID-19 akan memengaruhi usaha untuk tetap menggelar perhelatan.

“Ketika vaksinasi dilakukan secara luas di Amerika Serikat dan Eropa, menurut saya tidak perlu diragukan bahwa itu akan menciptakan dampak positif (terhadap perhelatan),” ucap Muto.

“Bagaimanapun, itu tidak menyelesaikan semuanya. Kami berharap pada vaksin, tapi pada saat yang sama, menurut saya tidak pantas untuk bergantung pada itu secara total.”

Coe setuju dengan pandangan Muto yang berharap publik tak menggantungkan keberlangsungan Olimpiade Tokyo terhadap vaksin. Anggota Komite Olimpiade Internasional dan Pemimpin Penyelenggara Olimpiade Tokyo 2012 itu juga percaya Jepang masih punya cukup waktu persiapan.

“Ini adalah tantangan–akan menjadi delusional untuk tidak mempercayai (olimpiade bisa digelar),” kata Coe.

“Ada dua perbedaan besar antara waktu sekarang tahun ini dan dia kita berada hari ini. Satu adalah vaksin, dan itu bakal dijalankan secara dramatis selama beberapa bulan ke depan. Kita masih enam bulan lagi menuju perhelatan.”[]