Tech

Prediksi Tren Otomotif di 2021: Mobil Baru Toyota, Honda dan Nissan Laku Keras

Pergeseran ini terjadi karena penggunaan transportasi umum berkurang dan masyarakat butuh kendaraan yang dapat menampung muatan lebih banyak


Prediksi Tren Otomotif di 2021: Mobil Baru Toyota, Honda dan Nissan Laku Keras
Pengunjung saat melihat mobil super mewah yang tengah dipamerkan di ajang pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/4). Gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 menampilkan berbagai kendaraan yang mempunyai harga sangat mahal hingga mencapai miliar rupiah seperti merek Lamborghini, McLaren, Tesla, hingga Bugatti. Banyak importir umum (IU) seperti Prestige Image Motors Car, Glamour, hingga Ivans Motors yang ikut memamerk ( AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Memasuki 2021, perkiraan tren industri otomotif mobil bekas masih menjadi topik pembahasan. Kehadiran pandemi Covid-19 pun tentunya menjadi salah satu faktor besar yang menentukan apakah tren musim kemarin dapat tetap bertahan di 2021.

Dengan adanya perubahan gaya hidup, masyarakat cenderung untuk beralih ke kendaraan pribadi dan tidak menggunakan transportasi umum agar tidak tertular virus Corona. Carsome turut memprediksikan tren mobil bekas yang akan mewarnai 2021 ini.

Kendaraan jenis MPV seperti Toyota Avanza, Daihatsu Xenia ataupun Nissan Livina mulai mengimbangi penjualan dari Compact SUV seperti Mazda CX3, Mazda CX5, Honda HR-V, dan Toyota Innova.

Pergeseran ini terjadi karena penggunaan transportasi umum berkurang dan masyarakat butuh kendaraan yang dapat menampung muatan lebih banyak untuk membawa keluarga mereka.

Menurut Carsome, penjualan kendaraan mobil bekas yang populer di antara dealer mobil bekas juga masih dipegang oleh Toyota di urutan pertama lalu diikuti Honda dan Daihatsu, kemudian Suzuki.

Di sisi lain, pemerintah juga telah menerapkan insentif pajak PPnBM 0 persen per Maret ini untuk mobil penumpang 4x2 berkapasitas mesin dibawah 1.500 cc, termasuk sedan, yang kandungan lokalnya mencapai 70 persen.

Tentunya hal ini bisa memberikan dampak pada perkembangan tren mobil bekas pada 2021 ini, mengingat mobil yang tercakup dalam kebijakan ini hanya beberapa saja.

Carsome menilai bahwa tren di 2021 akan terjadi beberapa perubahan. Akan ada banyak orang yang menjual mobil lama mereka dan memutuskan membeli mobil baru karena harga yang lebih terjangkau.

Industri mobil bekas pun akan semakin mendapat pasokan yang sehat, dan konsumen akan memiliki lebih banyak pilihan. Pemilik mobil baru, yaitu mobil keluaran tahun 2018-2020, yang mencari upgrade baru lebih murah juga akan ikut menjual mobil mereka saat ini.

Irma Fauzia

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu