Olahraga

Predator MMA Terima "Petarung Jalanan" untuk Dididik Sebagai Atlet


Predator MMA Terima "Petarung Jalanan" untuk Dididik Sebagai Atlet
Model bangunan sasana Predator MMA Indonesia di Jalan Ahmad Yani, Solo, Jawa Tengah. (AKURAT.CO/PREDATOR MMA INDONESIA)

AKURAT.CO, Anak-anak muda kini punya sarana untuk mengembangkan karir di bidang olahraga beladiri tarung. Pasalnya, sebuah sekolah seni beladiri campuran (MMA) sudah dibuka di Solo, Jawa Tengah, sebagai tempat untuk mendidik generasi menjadi petarung yang bisa berkarir secara profesional.

Terletak di Jalan Ahmad Yani, Solo, sekolah tarung ini dinamai Predator MMA Indonesia. Uniknya, sasana ini juga membuka peluang untuk anak-anak yang sering berkelahi “di jalanan” sebagai bagian dari salah satu visi mereka untuk mengentaskan kemiskinan lewat olahraga.

“Visi kita untuk membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan dan kebodohan dengan membuka peluang untuk mendidik atlet mendapatkan profesi dari olahraga,” kata Pendiri Predator MMA Indonesia, Jeremy Meciaz, dalam hubungan telepon dengan Akurat, Selasa (28/7).

baca juga:

Kan banyak anak nakal putus sekolah, yang ada di jalanan, kita bina, kita kasih pendidikan yang benar.”

Dibangun dengan luas sasana 662 meter persegi, sasana ini bakal terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama akan disediakan sebagai kafe, lantai dua tempat latihan dengan ring, serta lantai tertinggi bakal disiapkan sebagai arena pertarungan yang bisa diakses oleh penonton.

Namun demikian, Jeremy mengatakan bahwa setiap atlet yang ingin mendaftar di Predator MMA Indonesia tetap harus membayar sejumlah biaya. Sejauh ini, ia masih merumuskan berapa biaya yang akan dikenakan untuk setiap pendaftar.

“Tetap ada biaya operasional, nanti pelatih enggak mau kerja kalau tidak ada bayaran. Kita sebenarnya ingin membangun wadah komunitas beladiri campuran,” kata Jeremy. “(Untuk anak kurang mampu) itu mungkin ada subsidi silang. Tapi saya belum memutuskan, nanti kita putuskan di rapat.”

Tanpa menyebut angka pasti, Jeremy menyebut pembangunan sasana ini memakan biaya miliaran rupiah. Dengan investasi itu, Predator MMA menerima calon atlet dalam rentang usia 8-24 tahun yang akan disiapkan bertarung di level amatir hingga level profesional di One Pride atau Ultimate Fighting Championship (UFC).

“Tapi juga tidak menutup kemungkinan untuk pelatih yang masih mau melatih (untuk yang hanya ingin berolahraga menjaga kebugaran),” ucap Jeremy.

Jika berjalan lancar, Predator MMA Indonesia akan dibuka pada awal 2021. Sejauh ini, Jeremy mengklaim sudah mendapatkan sekitar 600 pendaftar.[]

 

Hervin Saputra

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu