Olahraga

Praveen: Promosi dan Degradasi di PBSI itu Biasa

Kembali ke PB Djarum, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti tetap menargetkan lolos ke Olimpiade Paris 2024.


Praveen: Promosi dan Degradasi di PBSI itu Biasa
Reaksi Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti setelah pertandingan melawan pasangan Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai, dengan skor 21-15, 17-21, 21-8 di final All England 2020. (REUTERS/Andrew Boyers)

AKURAT.CO, Tak lagi masuk dalam daftar penghuni Pelatnas PBSI 2022 ternyata tak membuat pasangan ganda campuran ranking lima dunia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti berkecil hati. Sebagai pasangan terbaik Indonesia, Praveen/Melati tetap punya target besar di tahun ini.

“Yang pasti kami akan terus bekerjasama. Soal promosi dan degradasi adalah hal yang biasa di Pelatnas PBSI,” kata Praveen di Jakarta, Jumat (28/1), sebagaimana dipetik dari Antara.

"Buat kami, semangat berprestasi itu tetap ada. Kami akan lebih siap lagi untuk menghadapi pertandingan. Masing-masing dari kami harus saling mengingatkan dan menguatkan untuk mencapai target.”

baca juga:

Lepas dari Pelatnas, Praveen/Melati langsung kembali ke klub mereka, PB Djarum. Juara All England 2020 ini sebenarnya sudah berlatih di kompleks latihan PB Djarum yang terletak di Jakarta sejak awal tahun.

“Kami berdua sudah mulai latihan intensif sejak awal tahun bersama tim PB Djarum. Targetnya tahun ini mau naik podium satu lagi di pertandingan apapun yang kami ikuti,” kata Melati.

Kembali ke klub sebagai pasangan papan atas dunia berarti klub mesti menyiapkan Praveen/Melati untuk bertanding di turnamen kelas dunia pula. Sejauh ini, Praveen/Melati disiapkan untuk beberapa turnamen di Eropa pada Maret mendatang termasuk salah satunya adalah All England di Birmingham, Inggris.

“Saya mau menanamkan dalam diri untuk terus ingat tujuan kami dan kami tidak boleh lengah. Tujuan kami mau terus berprestasi di level internasional,” kata Melati.

Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, membenarkan bahwa Praveen/Melati kini sudah kembali bernaung di bawah hall latihan mereka. Tidak tanggung-tanggung, Djarum bahkan berkomitmen mengirimkan Praveen/Melati ke turnamen internasional dengan target lolos ke Olimpiade Paris 2024.

“Mereka akan bertanding seperti biasa. Kami dari tim dan pelatih akan memilih dan mempertimbangkan turnamen mana saja yang akan mereka ikuti. Harapannya mereka bisa lolos kualifikasi Olimpiade di Paris nanti,” kata Yoppy.

“Tapi tentu ada konsekuensi dan tanggung jawab yang harus mereka pikul. Mereka harus bisa memenuhi target-target tertentu yang diberikan. Jika mereka gagal memenuhi target, tentu akan ada punishment-nya. Kesepakatan tersebut akan dituangkan dalam perjanjian tertulis,” kata Yoppy.[]