News

Pras soal Kriteria Calon Pj Gubernur DKI: Enggak Sembarangan Orang!

Pras soal Kriteria Calon Pj Gubernur DKI: Enggak Sembarangan Orang!
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi memberikan keterangan pers usai memimpin sidang Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab) terkait tiga nama calon Penjabat (Pj) Gubernur pengganti Anies Baswedan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (13/9/2022). Rapimgab yang dihadiri oleh pimpinan sembilan fraksi memutuskan tiga nama yang akan diberikan kepada Menteri Dalam Negeri, yakni Heru Budi Hartono, Bahtiar, dan Marullah Matali. Dalam pemungutan suara untuk mencari Pj Gubernur DKI pengganti Anies Baswed (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengungkap kriteria calon penjabat (Pj) Gubernur DKI pengganti Anies Baswedan. Menurut dia, Pj Gubernur DKI bukanlah orang sembarangan.

Pras menerangkan, sosok calon Pj Gubernur DKI adalah pribadi yang harus mampu memahami masalah Jakarta dan mengeksekusinya sekaligus. 

"Kriterianya itu harus mengerti masalah Jakarta. Menjadi seorang calon Pj Gubernur itu kan juga enggak sembarangan orang mendapatkan kesempatan di situ. Karena dia juga harus ngerti bagaimana penganggaran, menginstruksi pekerjaan, dan sebagainya," katanya di Jakarta, kemarin.

baca juga:

Dia menyampaikan, selama kepemimpinan Anies Baswedan, pembangunan tak berjalan tak sesuai dengan narasi yang dikembangkan. Misalnya, soal narasi kesetaraan menikmati pembangunan.

"Cuma terlihat casing-nya saja di luar. Salah satu contoh trotoar, itu cuma di tengah kota saja, kenapa enggak di pinggir kota. Ada lima wilayah kota loh kan harus diberesin itu juga, namanya pemerataan," katanya.

Selain itu, politikus PDIP itu juga menyoroti penanganan banjir. Dia mengungkapkan, Anies dulunya selalu mengatakan akan menyelesaikan masalah banjir dari hulu ke hilir, termasuk soal pembangunan sumur resapan.

"Untung alhamdulillah saya setop itu anggaran (sumur resapan) itu, enggak ada gunanya juga. Yang harus dibenarin itu yang namanya itu kali-kali itu yang dimakan oleh oknum masyarakat itu memang kita harus berani mengatakan itu," kata Pras. 

Dia juga mengkritik buruknya perencanaan pembangunan di Jakarta. Kata dia, DKI punya anggaran besar. Tetapi, di era kepemimpinan Anies Baswedan, perencanaan pembangunan buruk. 

"Kita punya anggaran besar tapi perencanaan aja enggak karu-karuan akhirnya engga jadi apa-apa. Apa sih masalah Jakarta banjir? Banjir kan banyak implementasinya, pembebasannya, orang yang melanggar, kan harus diberesin," ujarnya. []