News

Pras Kesal Usulan Abadikan Nama Ali Sadikin Menguap Begitu Saja

Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi menampakkan kekesalannya pada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan lantaran usulan nama Ali Sadikin sebagai nama jalan tak diakomodir.


Pras Kesal Usulan Abadikan Nama Ali Sadikin Menguap Begitu Saja
Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP Prasetyo Edi Marsudi. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi menampakkan kekesalannya pada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan lantaran usulan nama Ali Sadikin sebagai nama jalan tak diakomodir. Dia mengungkapkan, usulan mengganti nama Jalan Kebon Sirih telah ia sampaikan setahun lalu. Namun hingga kini, usulan itu tak diakomodir. 

Padahal saat ini Pemprov DKI Jakarta sedang mengganti banyak nama ruas Jalan di Jakarta. Momentum itu terlewatkan karena nama Ali Sadikin tak diakomodasi. 

"Satu tahun sudah usulan agar nama Ali Sadikin diabadikan menjadi nama jalan di Jakarta menguap begitu saja," tulis Pras di akun instagramnya, Kamis (30/6/2022). 

baca juga:

Setahun lalu, kata dia, usulan itu dia sampaikan di forum resmi saat Rapat Paripurna dalam rangka HUT Kota Jakarta tahun lalu. Tetapi nampaknya usulan itu tak menunjukan tanda diterima. 

"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergeming. Padahal usulan tersebut telah saya sampaikan dalam forum resmi Paripurna istimewa HUT Kota Jakarta ke-494 tahun lalu," ungkapnya. 

Dia mengungkap alasannya agar nama Jalan Kebon Sirih yang ada di depan Gedung DPRD diubah menjadi Jalan Ali Sadikin. Kata dia, nama mantan Gubernur DKI perlu diabadikan agar generasi mendatang tak melupakan nama besar itu. 

"Tak lain, penamaan Jalan Kebon Sirih menjadi Ali Sadikin bertujuan agar generasi penerus bangsa tidak lupa kepada jasa-jasa Bang Ali," ungkapnya. 

Dia menambahkan, prestasi dan kemajuan Jakarta saat ini tak lepas dari sentuhan tangan Ali Sadikin sebagai Gubernur DKI pada masa lalu. Karenanya, kata dia, tak perlu diragukan jasa besar Ali Sadikin berkarya membangun Jakarta. 

"Apa yang kita rasakan di Jakarta yang telah menjadi kota metropolitan saat ini tak lepas dari perjuangan Bang Ali saat memimpin Jakarta di tahun 1966-1977. Lalu apa yang diragukan dan perlu dipertanyakan lagi tentang figur dan jasa-jasa Bang Ali?" tulis Pras. []