News

Pras: Jakarta Butuh Orang-orang Bertangan Besi

Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi mengatakan, Ibukota Jakarta membutuhkan orang bertangan besi yang berani.

Pras: Jakarta Butuh Orang-orang Bertangan Besi
Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP Prasetyo Edi Marsudi (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi, mengatakan Ibukota Jakarta membutuhkan orang bertangan besi yang berani. Jakarta, kata dia, tak butuhkan tipikal orang yang hanya berada di balik meja dan hanya menerima laporan. 

Pernyataan itu dia sampaikan usai memantau pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemprov DKI tahun 2021 di lima komisi di DPRD DKI. Dalam pemantauan itu dia melihat langsung proses pertanggungjawaban penggunaan anggaran masing-masing dinas di masing-masing komisi-komisi di DPRD DKI mitra masing-masing dinas. 

"Saya kembali memantau pembahasan LKPJ penggunaan APBD tahun 2021 hari kedua oleh lima komisi di DPRD DKI Jakarta," kata Pras dalam keterangannya dikutip Kamis (14/4/2022). 

baca juga:

Pras menjelaskan, laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran oleh Pemprov DKI itu merupakan satu tahapan penting. Sebab, momentum itulah jadi kesempatan bagi DPRD DKI mengevaluasi dan mengukur capaian penggunaan anggaran oleh Pemprov DKI dalam program-program yang mereka laksanakan setiap tahunnya. 

"LKPJ menjadi tahapan penting dari perjalanan APBD di tiap tahunnya. Selain untuk mengevaluasi setiap kegiatan-kegiatan pemerintah daerah, LKPJ juga menjadi tolak ukur keberhasilan kinerja seluruh unit kerja di Pemprov DKI Jakarta," katanya. 

Pras, sapaan akrabnya, menyatakan, Jakarta membutuhkan orang-orang bertangan besi dan berani terjun langsung ke masyarakat. Jakarta, kata dia, membutuhkan orang yang mampu melihat persoalan nyata dan mampu memecahkan persoalan-persoalan krusial di masyarakat. 

"Karena itu saya berpesan agar bekerja dengan sungguh-sungguh. Jakarta ini membutuhkan orang-orang bertangan besi yang berani dan rajin turun ke lapangan. Menjadi eksekutor lapangan, dengan membaca persoalan lapangan dan menuntaskannya," katanya. 

Dia menambahkan, Jakarta tak membutuhkan orang yang hanya berada dibalik meja. Menerima laporan, dan hanya tampak bersahaja di depan pimpinan.

"Bukan sebaliknya, hanya berada dibalik meja, menerima laporan kerja dan berupaya di depan pimpinan tampak bersahaja," katanya. []