News

Prancis Usulkan Pembentukan 'Komunitas Politik Eropa', Tanda Ukraina Ditolak Gabung Uni Eropa?

Ukraina khawatir inisiatif komunitas baru ini dimanfaatkan sebagai alternatif keanggotaan Uni Eropa.


Prancis Usulkan Pembentukan 'Komunitas Politik Eropa', Tanda Ukraina Ditolak Gabung Uni Eropa?
Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (REUTERS)

AKURAT.CO Ukraina pada akhirnya akan menjadi bagian dari Uni Eropa, menurut Menteri Eropa Prancis Clement Beaune pada Selasa (24/5). Jadi, jika ada inisiatif baru untuk menjalin hubungan yang lebih erat antara blok dan calon anggotanya, itu bukanlah pengganti pengajuan Kyiv untuk bergabung dengan Uni Eropa.

Dilansir dari Reuters, Presiden Prancis Emmanuel Macron awal bulan ini mengusulkan dibentuknya 'komunitas politik Eropa'. Tujuannya untuk menciptakan struktur baru yang memungkinkan kerja sama lebih erat dengan negara-negara yang mengajukan keanggotaan Uni Eropa.

"Saya yakin Ukraina akan menjadi bagian dari Uni Eropa. Kami tahu dengan jujur kalau itu butuh waktu dan saat ini kami tak bisa hanya menunggu. Kami harus memelihara Eropa," tutur Beaune.

baca juga:

Menurutnya, butuh 15-20 tahun bagi Ukraina untuk bergabung dengan Uni Eropa. Meski begitu, ia meyakinkan Kyiv bahwa proyek yang diusulkan Macron bukanlah 'alternatif'.

Beaune mengatakan langkah selanjutnya adalah membahas detail inisiatif dengan mitra Eropa.

Senada dengan Beaune, Menteri Luar Negeri Prancis Catherine Colonna menjelaskan gagasan tersebut untuk melengkapi perluasan Uni Eropa dengan memberikan keuntungan bagi negara nonkandidat dan dukungan bagi mereka yang mengajukan keanggotaan Uni Eropa.

"Lebih banyak yang harus dilakukan dan lebih cepat sekarang untuk beberapa mitra. Komunitas politik Eropa ini bertujuan untuk memperkuat hubungan cepat dengan semua negara Eropa di lingkungan kita," terangnya.

Inisiatif ini telah diterima dengan hati-hati oleh beberapa negara anggota, mengingat detailnya belum jelas. Kyiv juga menyatakan kekhawatirannya kalau itu dapat dimanfaatkan sebagai alternatif keanggotaan Uni Eropa.

Sementara itu, Komisi Eropa, badan eksekutif blok tersebut, akan memberikan pendapatnya tentang pengajuan pencalonan Ukraina pada bulan Juni. Namun, meski disetujui, prosesnya butuh waktu bertahun-tahun dan dapat diveto oleh negara anggota.

Menurut Olga Stefanishyna, Wakil Perdana Menteri Ukraina Bidang Integrasi Eropa dan Euro-Atlantik, dalam pertemuan dengan Beaune, ia diyakinkan bahwa gagasan itu tak akan mempengaruhi pencalonan Kyiv. []