Olahraga

Prancis Torehkan Sejarah Buruk untuk Amerika Serikat di Laga Perdana Basket Olimpiade

Amerika Serikat tampil mengecewakan di laga perdana basket Olimpiade Tokyo 2020.


Prancis Torehkan Sejarah Buruk untuk Amerika Serikat di Laga Perdana Basket Olimpiade
Point guard Tim Nasional Prancis, Evan Fournier saat melawan Amerika Serikat. ()

AKURAT.CO, Tim Nasional Prancis kembali menjadi lawan yang menakutkan untuk Amerika Serikat. Terbukti, Rudy Gobert berhasil membuat tim yang dihuni bintang-bintang NBA itu menelan kekalahan di laga perdana dengan skor 83-76.

“Saya tidak mengerti kata terkejut. Semacam itu membenci tim Prancis sehingga untuk berbicara, seolah-olah kita seharusnya mengalahkan mereka dengan 30 atau sesuatu," kata pelatih Tim AS, Gregg Popovich, sebagaimana dikutip dari Time.

"Itu adalah tim yang hebat. Dengan staf pelatih yang hebat dan pemain NBA dan pemain berbakat lainnya yang bermain di Eropa yang telah bersama untuk waktu yang lama. Saya tidak tahu mengapa itu akan menjadi kejutan. Saya pikir itu sedikit keangkuhan, seolah-olah Anda berpikir orang Amerika seharusnya hanya melempar bola dan menang.” 

Praktis, ini merupakan kekalahan pertama yang dialami oleh tim Amerika dalam laga penyisihan grup. Terakhir, mereka mengalami hal serupa pada Olimpiade 2004. Saat itu, tim bertabur bintang NBA itu secara mengejutkan dikalahkan Puerto Rico.

Pemain yang sempat memperkuat klub NBA dan kini jadi pemain bebas transfer, Evan Fournier menjadi bintang kemenangan Prancis dengan torehan 28 poin. Ditambah Rudy Gobert yang berhasil mencetak 14 poin dan 9 rebounds.

Dari kubu Amerika, Jrue Holiday menjadi pencetak angka terbanyak. Point Guard Milwaukee Bucks itu bangkit dari bangku cadangan dengan torehan 18 poin. Disusul Bam Adebayo yang menghasilkan 12 poin dan 10 rebounds, Damian Lillard 11 poin.

Penampilan mengecewakan diperlihatkan Kevin Durant. Menjadi motor serangan, bintang Brooklyn Nets itu justru hanya mampu mencetak 10 poin.

Untungnya bagi Amerika, ini baru pertandingan pertama. Tim besutan Gregg Popovich memiliki waktu untuk memperbaiki performa tim yang selanjutnya akan menghadapi Republik Ceko dan juga Iran.[]