News

Prancis Tetapkan Hubungan Seks dengan Anak di Bawah 15 Tahun sebagai Pemerkosaan

Parlemen Prancis memberikan persetujuan akhir pada Kamis (15/4) untuk undang-undang (UU) yang menetapkan usia minimal persetujuan seksual pada 15 tahun.


Prancis Tetapkan Hubungan Seks dengan Anak di Bawah 15 Tahun sebagai Pemerkosaan
Dengan UU yang baru, berhubungan seks dengan anak di bawah 15 tahun di Prancis dianggap pemerkosaan (CBC.ca)

AKURAT.CO, Parlemen Prancis memberikan persetujuan akhir pada Kamis (15/4) untuk undang-undang (UU) yang menetapkan usia minimal persetujuan seksual pada 15 tahun. Dalam pembacaan kedua RUU tersebut, anggota majelis rendah memberikan suara bulat agar UU persetujuan tersebut sejalan dengan sebagian besar negara Barat lainnya.

Berdasarkan UU tersebut, berhubungan seks dengan anak di bawah 15 tahun dianggap pemerkosaan. Kejahatan itu dapat dihukum dengan 20 tahun penjara, kecuali ada selisih perbedaan usia yang kecil antara kedua pasangan. RUU ini juga melarang orang dewasa berhubungan seks dengan kerabat yang berusia di bawah 18 tahun.

"Pemungutan suara ini mengirimkan pesan yang jelas: anak-anak dilarang," kata Menteri Kehakiman Eric Dupond-Moretti, dilansir dari AFP.

RUU ini diprakarsai oleh anggota Senat yang menyarankan usia persetujuan ditetapkan pada 13 tahun. Namun, pemerintah Presiden Emmanuel Macron mendorongnya untuk ditetapkan lebih tinggi.

Di sisi lain, RUU ini mengizinkan hubungan seks antara remaja dan dewasa muda hingga 5 tahun lebih tua. Selisih tersebut dikritik oleh sejumlah anggota parlemen yang menyebutnya terlalu besar. Namun, Dupond-Moretti membelanya dengan mengatakan ia tak ingin mengadili seorang anak muda berusia 18 tahun karena ia melakukan hubungan seks suka sama suka dengan seorang gadis berusia 14,5 tahun.

UU ini juga menindak pedofilia daring. Siapa pun yang tertangkap basah mencoba menyasar anak-anak berusia di bawah 15 tahun untuk tindakan seksual melalui internet menghadapi hukuman 10 tahun penjara dan denda 150 ribu euro (Rp2,6 miliar).

Masalah persetujuan seks berulang kali menjadi perdebatan sejak 2018 ketika terungkap seorang pria berusia 28 tahun berhubungan seks dengan gadis berusia 11 tahun yang ia temui di sebuah taman. Berdasarkan hukum Prancis sebelumnya, jaksa penuntut harus membuktikan anak di bawah umur dipaksa, diancam, atau ditipu untuk berhubungan seks dengan orang dewasa untuk mengajukan gugatan pemerkosaan atau penyerangan seksual. Pelaku itu pun awalnya digugat pelanggaran seksual ringan, alih-alih pemerkosaan.

Kasus ini lantas menyebabkan aksi protes massa di Prancis. Pasalnya, di negara itu, hubungan seks antara orang dewasa dan anak di bawah umur sebelumnya sering dianggap tidak berbahaya jika si orang dewasa berdalih kesepakatan (suka sama suka).

Pemungutan suara pada Kamis (15/4) pun digelar setelah skandal inses yang menjatuhkan salah satu intelektual paling terkemuka di Prancis setelah ia dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap putra tirinya.

Olivier Duhamel, mantan kepala institut ilmu politik top sekaligus pakar yang rutin muncul di televisi Prancis, telah digugat oleh putri tirinya, Camille Kouchner, karena melecehkan saudara kembarnya ketika mereka masih remaja dini. Duhamel mengakui tuduhan tersebut pada Selasa (13/4) dalam wawancara dengan unit polisi khusus yang menyelidiki kejahatan terhadap anak di bawah umur.[]

Ahada Ramadhana

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu