News

Prananda Surya Paloh Sesalkan Penolakan Pembangunan Gereja di Cilegon

Prananda Surya Paloh Sesalkan Penolakan Pembangunan Gereja di Cilegon
Wakil Ketua Fraksi NasDem DPR Prananda Surya Paloh (Instagram: @pranandapaloh)

AKURAT.CO Ketua Koordinasi Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai NasDem Prananda Surya Paloh menyayangkan adanya langkah penolakan terhadap pembangunan Gereja HKBP Maranatha di Kabupetan Cilegon, Banten.

"Saya menyesalkan penolakan pendirian gereja di Cilegon," ungkap Prananda dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (14/9/2022). 

Menurutnya, kebebasan beragama bagi seluruh umat serta jaminan negara untuk memerdekakan penduduk yang memeluk agamanya masing-masing sebagaimana diatur dalam UUD 1945, Pasal 28E dan Pasal 29 ayat 1 dan 2.

baca juga:

Selain itu, kata Prananda, jika berpedoman kepada amanat para pendiri bangsa, maka tidak ada alasan untuk menolaknya. Apalagi, pembangunannya sudah mendapat izin dari aparat desa dan masyarakat setempat.

"Semestinya hal ini tidak boleh terjadi di negara Pancasila, di mana kebebasan beragama menjadi bagian pilarnya sekaligus amanah konstitusi," ungkap Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI itu. 

Prananda mengakui penolakan tersebut berbuntut terjadinya polemik di tengah masyarakat. Maka dari itu, dirinya mengusulkan agar semua pihak duduk bareng sekaligus membuka ruang dialog.

Namun, apabila tidak ada ruang dialog, ia khawatir isu sensitif yang terjadi ini menjadi bahan untuk digoreng dan dijadikan komoditas politik menjelang Pemilu 2024.

"Mari berlapang dada dan berdialog, jangan jadikan persoalan ini sebagai isu politik. Karena politik identitas justru akan merusak masyarakat, dan itu yang harus kita cegah bersama," ujar Ketua Umum PP Garda Pemuda (GP) NasDem. 

"Pesan saya untuk kader NasDem di Cilegon, jangan sampai ikut terprovokasi. Ingat! Bahwa mereka yang ingin mendirikan gereja adalah saudara kita juga yang harus kita jaga," tandasnya.

Sebagai informasi, sejumlah massa aksi mendatangi Kantor Wali Kota Cilegon siang tadi, Rabu 7 September 2022. Massa yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat itu menuntut Helldy tidak memberikan izin pembangunan gereja di lingkungan Sumur Wuluh, Cikuasa, Kelurahan Gerem, dan Kecamatan Grogol.

Sebelum mendatangi kantor wali kota massa terlebih dahulu mendatangi kantor DPRD Kota Cilegon untuk menyampaikan aspirasi.

Wali Kota Cilegon Helldy Agustian duduk didampingi Wakil Wali Kota Cilegon Sanuji Pentamarta menerima sejumlah massa aksi. Helldy kemudian berdiri dan menandatangani petisi penolakan pembangunan gereja pada kain putih yang dibawa oleh massa aksi. 

"Wali Kota menandatangani penolakan pembangunan gereja. Wali Kota Cilegon mendantangani kesepakatan bersama masyarakat untuk menolak pendirian rumah ibadah umat Kristiani," seperti dikutip dari seseorang yang ada dalam video pendek tersebut. []